Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengrajin Gerabah Minim Penerus, Terancam Punah. Jasmi: Saya Ingin Kerajinan Ini Tetap Lestari

Amin Fauzie • Selasa, 27 Juni 2023 | 23:15 WIB

TANGGUH: Jasmi, saat membuat kuali di halaman depan rumahnya Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)
TANGGUH: Jasmi, saat membuat kuali di halaman depan rumahnya Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)

Penjualan perabot rumah berbahan aluminium, baja, dan plastik sudah kelewat marak. Sebab itu, banyak pengrajin gerabah berhenti berkarya. Namun, tidak bagi Jasmi. Meski untung tidak seberapa, dia berkomitmen untuk terus melestarikan kerajinan gerabah.

YUSAB ALFA ZIQIN, Tuban, Radar Tuban

KERIPUT di wajahnya menandakan usia yang sudah senja. Namun, kedua tangannya masih tampak cekatan mengolah tanah liat menjadi kerajinan gerabah. Pun di usianya yang sudah 60 tahun lebih, tidak pernah terbesit dalam benak Jasmi untuk menyudahi pekerjaan yang sudah ditekuni sejak puluhan tahun silam itu.

Diakui Jasmi, di era serba modern ini, tidak banyak yang bisa diharapkan dari penjualan gerabah. Namun demikian, pengrajin gerabah yang tinggal di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding itu tidak pernah memiliki keinginan pensiun, sebagaimana teman-teman sejawatnya.

‘’Saat ini, pengrajin gerabah di Kelurahan Karang tinggal tiga orang. Salah satunya, saya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Banyaknya perabotan rumah tangga, terutama perlengkapan dapur berbahan aluminium, baja, dan plastik-lah yang membuat lesu dunia kerajinan gerabah.

Seolah, produk-produk buatan pabrik itu kata Jasmi, telah sukes menggantikan fungsi gerabah. Namun, baginya tidak menjadi soal.

‘’Memang sudah zamannya,’’ terang dia pasrah.

Perempuan yang mulai terjun ke dunia kerajinan gerabah sejak usia 16 tahun ini menyebut, tak banyak keinginan yang dikandungnya saat ini. Dia hanya menginginkan, kerajinan gerabah ini tidak punah. Masih bisa ditemui di pasar dan digunakan di rumah-rumah.

‘’Keinginan saya, gerabah ini tetap lestari sampai nanti. Itu saja, tidak neko-neko,’’ tegasnya.

Sayang, Jasmi mengatakan, keinginan sederhana tersebut nampaknya sulit diwujudkan. Selain perabotan rumah tangga terutama perlengkapan dapur berbahan aluminium, baja, dan plastik masih terus mendominasi pasaran, lanjut dia, para generasi muda yang ingin meneruskan usaha kerajinan gerabah seperti ini begitu minim.

Sekali dua kali, beber dia, ada pemuda-pemudi atau anak-anak dari kelurahan setempat atau dari luar kelurahan yang datang ke tempatnya. Namun, tujuan para generasi muda itu bukan belajar serius mengenai pembuatan gerabah.

‘’Hanya sekadar lihat-lihat. Ada juga yang juga sekadar karena mengerjakan tugas dari sekolah. Tidak lebih dari itu,’’ sedihnya.

Bahkan, ungkap Jasmi, anak nya sendiri pun tak berkenan menjadi pengrajin gerabah. Anaknya yang cuma seorang itu lebih memilih bekerja di bidang lain.

‘’Soal pendapatan atau uang, pengrajin gerabah ini ngempet sekali. Sehingga maklum, minim generasi muda yang berminat menjadi pengrajin gerabah,’’ urainya.

Ditanya sampai seperti apa ngempet-nya seorang pengrajin gerabah? Dia enggan mengemukakan. Yang jelas, modal uang untuk membuat dan hasil penjualan produk kerajinan gerabah sering sekali tidak seimbang.

‘’Kalau mau dihitung juga, pengrajin gerabah itu rugi waktu dan tenaga pula. Tak hanya rugi uang,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, dengan problem-problem semacam itu, Jasmi tetap kekeuh meneruskan karirnya sebagai pengrajjin gerabah. Selama ini, setiap hari dia masih rajin membuat kendi, kuali, gendok, jabah, dan semacamnya, lantas menitip kannya ke para pedagang gerabah di pasar-pasar sekitaran perkotaan Tuban. Dia menggarisbawahi, semangatnya dalam berkarya bukan untuk mendapatkan uang apalagi agar bisa kaya raya.

‘’Semata-mata, supaya kerajinan gerabah ini tetap lestari,’’ pungkasnya. (*/tok)

 

----------------------------------------------------------------

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #perabot rumah tangga #pengrajin gerabah #tanah liat #gerabah