Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SDN Sukolilo 1 Jumlah Siswanya Hanya 13 Anak, Diisukan Bakal Tutup, Guru Urunan Beli Seragam Siswa

Yudha Satria Aditama • Selasa, 18 Juli 2023 | 00:03 WIB

SEPI PEMINAT: SDN Sukolilo 1, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang tiap tahun menerima pendaftar tak lebih dari tiga siswa. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
SEPI PEMINAT: SDN Sukolilo 1, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang tiap tahun menerima pendaftar tak lebih dari tiga siswa. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

Terletak di kawasan kota Tuban tak menjamin sebuah lembaga pendidikan bakal diserbu pendaftar. Seperti SDN Sukolilo 1 Tuban. Lembaga pendidikan negeri ini hanya memiliki 13 peserta didik mulai kelas 1 – 6.

YUDHA SATRIA ADITAMA, Tuban, Radar Tuban

LOKASINYA persis di sisi utara Jalan Panglima Sudirman. Hanya sekitar 100 meter dari kantor Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban.

Untuk ukuran sekolah, fasilitas lembaga pendidikan ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Memiliki empat kelas yang ukurannya cukup luas. Sarana prasarana lain, ruang guru, area parkir, dan lapangan olahraga.

‘’Karena ruang kelas terbatas, terkadang kelas 1 dan 2 kami jadikan satu ruang,’’ kata Ernik Inwati, Plt kepala SDN Sukolilo 1.

Penggabungan siswa beda kelas dalam satu ruang tersebut cukup beralasan. Selain ruang kelas yang terbatas, jumlah siswa di sekolah setempat juga bisa dihitung jari.

Pada PPDB tahun ini, SDN Sukolilo 1 hanya menerima satu siswa dari penjaringan online dan satu siswa dari pendaftaran offline.

Sedangkan untuk kelas 2 memiliki satu siswa, kelas 3 dan 4 masing-masing dua siswa. Sedangkan kelas 5 dan 6 masing-masing 3 siswa. Jika dijumlah total tak lebih dari 13 siswa.

Ernik merupakan kepala definitif SDN Baturetno 2 dan baru menjabat pelaksana tugas (Plt) di SDN Sukolilo 1 sekitar empat bulan.

Begitu diberi amanah untuk memimpin di dua sekolah sekaligus, pendidik wanita itu langsung memetakan persoalan di lembaga pendidikan yang dipimpin.

‘’Faktor pemicu kekurangan siswa karena calon siswa di sekitar memilih ke lembaga pendidikan lain yang lokasinya tidak jauh,’’ kata Ernik.

Pendidik yang tinggal di Perumnas Tasikmadu itu mengaku seluruh guru sudah melawat door to door ke sejumlah orang tua calon siswa.

Alasan mereka menolak menyekolahkan anaknya ke SDN Sukolilo 1 sangat beragam. Terbanyak karena memilih sekolah yang sarana-prasarananya lebih memadai.

Apakah hanya alasan sarana-prasarana? Ernik mengaku pernah mencari tahu lebih dalam lain.

Usut punya usut, ternyata berembus isu SDN Sukolilo 1 bakal ditutup pemerintah karena bertahun-tahun kekurangan siswa.

Kabar bohong yang tak jelas sumbernya tersebut lantas diklarifikasi seluruh guru sekolah setempat.

‘’Tapi masih banyak orang tua yang telanjur percaya kalau sekolah ini akan tutup,’’ ujarnya.

Untuk mencari aman, lanjut Ernik, banyak orang tua yang memilih sekolah lain, meski lokasinya lebih jauh dari SDN Sukolilo 1.

Dengan minimnya jumlah siswa selama bertahun-tahun, ba nyak konsekuensi yang harus diterima jajaran guru sekolah tersebut. Seperti minimnya dana bantuan operasional siswa (BOS) yang diterima.

Dengan demikian, kegiatan pengembangan siswa pun nyaris tak bisa diselenggarakan.

‘’Tiap tahun BOS kami hanya mendapat sekitar Rp 14 juta,’’ kata dia.

Dengan BOS yang sangat minim tersebut, tak jarang guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) harus patungan untuk memenuhi kebutuhan siswa.

Seperti pada PPDB sekarang ini, seluruh guru patungan untuk memberi seragam bagi siswa yang mendaftar. Seragam ini pun dibagikan cuma-cuma. Iming-iming tersebut sepertinya kurang diminati.

‘’Hanya ada satu siswa mendaftar melalui PPDB online dan satu siswa mendaftar PPDB offline,’’ ujarnya. (*/ds)

 

----------------------------------------------------------------

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #sekolah kekurangan murid #sd kekurangan siswa #sdn sukolilo 1