Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Komunitas Pendongeng 'Kompor Donat' Tuban, Tanamkan Nilai-Nilai Kebaikan Lewat Cerita

Piscella Aisa Kusuma • Jumat, 6 Oktober 2023 | 18:00 WIB

MENDONGENG: Wathie saat menceritakan tokoh dongeng di depan siswa-siswi TK.
MENDONGENG: Wathie saat menceritakan tokoh dongeng di depan siswa-siswi TK.

Kompor Donat (Komunitas Pelopor Dongeng Anak Tuban) menjadi komunitas yang didirikan atas semangat menanamkan pendidikan karakter melalui hal menyenangkan. Komunitas ini menjadi wadah pendongeng untuk turut menanamkan karakter dengan nilainilai kebaikan dalam dongeng pada anak.

MENDONGENG adalah salah satu kegiatan edukasi yang bisa dilakukan oleh orang tua sebagai sarana meningkatkan kecerdasan atau daya intelektual anak melalui pengembangan imajinasi. Juga sebagai sarana mempererat hubungan orang tua dengan anak.

Namun sayang, tidak semua orang tua memiliki waktu atau kesempatan untuk memberikan dongeng pada anaknya.

Berangkat dari kegelisahan itu, Susilo Purwati bersama rekannya Arum Puspitasari berinisiasi untuk mendirikan komunitas yang kemudian diberi nama Kompor Donat.

Baca Juga: Pangajuan Diska di Tuban Rerata 1-2 Pemohon Per Hari

Nama tersebut dipilih agar mudah diingat dan akrab di telinga anak-anak.

‘’Komunitas ini juga kami dirikan dengan tujuan mengembangkan kompetensi dan kreativitas pendongeng yang ada di Tuban,’’ ungkap Wathie—sapaan akrab penggerak komunitas ini.

Komunitas yang berdiri pada 19 Februari 2019 tersebut kemudian terus berkembang melalui berbagai kegiatan yang dilakukan.

Finalis Tubernova 2022 ini menjelaskan, Kompor Donat aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan. Antara lain, pagelaran dongeng anak, pagelaran wayang sorot, hingga membuat pertunjukan yang bekerja sama dengan car free day dan car free night di Tuban.

‘’Kami juga sering kali mengisi materi workshop mendongeng untuk umum,’’ ujar wanita 35 tahun itu.

Melalui komunitas ini, Wathie bersama rekan-rekannya juga berusaha menumbuh-kembangkan minat baca anak serta menanamkan karakter dengan nilai-nilai kebaikan melalui dongeng.

Seiring berjalannya waktu, inisiasi positif ini kemudian mendapat dukungan dari Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Tuban.

‘’Kami mendapatkan kepercayaan menjadi mitra dalam program Mobil Dongeng Keliling sebagai narasumber,’’ tutur lulusan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban itu.

Lebih lanjut, wanita yang sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas  Muhammadiyah Malang itu menyampaikan, saat ini Kompor Donat memiliki anggota pendongeng aktif sebanyak 14 orang.

Mereka berasal dari kecamatan Tuban, Jenu, Plumpang, Bangilan, Jenu, dan juga Semanding.

‘’Keempat belas anggota tersebut juga terus berusaha menambah jumlah penggerak Kompor Donat agar dapat menyelenggarakan kegiatan yang lebih luas,’’ ujarnya. (sel/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #komunitas #Kompor Donat #pendongeng