Berawal dari keprihatinannya pada angka ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di Tuban yang cukup tinggi, Istafada Ilma Nafi’a tergerak mendirikan komunitas Relawan Sosial Kemanusiaan (Resik) Tuban. Komunitas ini bergerak di bidang sosial yang bertujuan menggugah kepedulian bersama.
KEPRIHATINAN perempuan yang karib disapa Fada itu muncul saat dia sering melihat ODGJ yang hidup di jalanan.
Dari situ, hati ke cilnya merasa bahwa mereka membutuhkan uluran tangan.
Awalnya, tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Setelah sekian lama hanya bisa mendoakan, tiba-tiba pada suatu hari, seorang ODGJ kelaparan mendatangi dirinya.
Melihat kondisi ODGJ yang begitu memprihatinkan, Fada tergerak untuk membantu.
Dengan bekal uang Rp 10 ribu yang ada di kantongnya, dia kemudian membelikan seporsi makanan untuk ODGJ tersebut.
‘’Dari situ saya berpikir, jika dengan Rp 10 ribu rupiah saja saya bisa membantu satu orang, bagaimana jika saya membuat perkumpulan dari orang-orang dengan tujuan yang sama?’’ ujar Fada.
Berawal dari pemikiran tersebut, perempuan 24 tahun itu mulai bergerak untuk mendirikan komunitas sosial.
Komunitas yang terdiri dari kumpulan orang dengan tujuan dan niat ingin membantu orang lain. Selanjutnya, dia membagikan idenya itu melalui media sosial.
‘’Saya juga menyertakan link untuk masuk grup bagi siapa pun yang ingin bergabung dengan komunitas ini,’’ imbuhnya.
Dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa kepedulian terhadap sesama dan menjadikan pribadi yang lebih bermanfaat, akhirnya berdirilah komunitas dengan nama Relawan Sosial Kemanusiaan (Resik) Tuban pada November 2021.
Yakni, komunitas yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Di antaranya mencakup kepedulian terhadap ODGJ jalanan, anak yatim/piatu, dan dhuafa.
Tak hanya itu, Resik Tuban juga kerap membantu anak punk dan juga orang-orang yang membutuhkan.
‘’Saat ini, Resik Tuban sudah beranggotakan 40 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja,’’ terang gadis kelahiran 14 Februari itu.
Lulusan Fakultas Hukum (FH) UIN Surabaya itu mengungkap, saat ini dirinya bersama komunitasnya telah menjalankan sejumlah kegiatan kemanusiaan.
Yakni, membagikan nasi bungkus saat Jumat berkah, sedekah Al-quran, wakaf mukenah, mem bantu pengobatan, dan santunan bagi yatim, piatu, dan dhuafa.
Saat ini, gadis asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merak urak itu terus berusaha menguatkan niat dan menyemangati timnya untuk selalu menerbarkan kebaikan.
Duta Pemuda Pelopor Bidang Sosial Tuban 2023 itu juga berpesan bahwa tidak pernah ada waktu dan kesempatan untuk membeda-bedakan keadaan manusia, sebab kita semua sejatinya sama.
‘’Pencapaian terbaik dalam hidup adalah berlomba memperbaiki diri dan belajar bermanfaat untuk sesama,’’ ungkapnya. (sel/tok)
Editor : Amin Fauzie