Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perjalanan Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee Dalam Berdakwah, Dari Ibukota Memutuskan Menetap di Bumi Wali Tuban

Kifani Amalija Putri • Selasa, 5 Maret 2024 | 20:47 WIB
Ulfah Nur Fauziah atau yang dikenal sebagai Ustazah Ulfah (Ning Zee)
Ulfah Nur Fauziah atau yang dikenal sebagai Ustazah Ulfah (Ning Zee)

Sepuluh tahun sudah perjalanan dakwah Ulfah Nur Fauziah. Perempuan asli Jakarta yang lebih dikenal dengan nama ustazah Ulfah atau Ning Zee ini menjadi pendakwah wanita yang dicintai masyarakat.

RADARTUBAN - KARIRNYA dimulai saat Ustazah Ulfah atau Ning Zee ditawari bergabung dalam grup musik Islami Fatimah Voices.

Bersama grup musik wanita tersebut, Ning Zee dan kedua personil lainnya yaitu Nia Paramitha dan Umi Pipiek menapaki puncak karir.

Dari situlah, dia mulai wara-wiri di pertelevisian nasional mengisi segmen musik. Sosoknya dikenal dengan nama panggung Ning Zee.

Putri bungsu dari bapak H. Hamdani dan Ibu Hj. Imas Nuraini ini mengatakan, berkat Fatimah Voices, dia bertemu almarhum H. Muhammad Jefri Al Buchori atau yang dulu dikenal dengan Ustaz Uje.

Dia kemudian bersama vokal grupnya mengikuti kemana pun Ustaz Uje berdakwah sebagai pengisi acara. ‘’Setiap ada Ustaz Uje pasti ada kami (Red, Fatimah Voices), pun sebaliknya,” tutur dia.

Menjadi salah satu orang terdekat Ustaz Uje, Ning Zee mengaku mendapatkan banyak ilmu. Bahkan, bakatnya dalam berkomunikasi tentang agama mulai terasah.

“Almarhum Uje memang sempat mendoakan saya untuk jadi pendakwah,” kenang dia.

Hingga akhirnya, Ning Zee ini mengikuti AKSI. Sebuah ajang pencarian bakat salah satu televisi swasta nasional untuk mencari uztaz dan uztazah pada Juli 2013.

Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee saat menjadi salah satu pengisi acara di Muslim Itu Indah TransTV
Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee saat menjadi salah satu pengisi acara di Muslim Itu Indah TransTV

Saat itu, Ning Zee menjadi perwakilan Jakarta Utara, selaku kota domisili. Namun dia harus pulang sebagai finalis posisi keenam.

Sejak itulah Ning Zee memilih menjadi mubalig wanita.

Sebetulnya bakatnya berdakwah menurun dari sang ibunda yang merupakan seorang Qoriah. Hingga Ning Zee dibekali agama yang kuat oleh keluarganya.

Selain itu, perempuan berdarah Sunda ini juga pernah mengenyam pendidikan SMA di Pesantren Putri As-syafi’iyah Jakarta yang menjadi tempat memperdalam agama dan belajar berdakwah.

Dan uniknya, setelah mengenyam pendidikan tingkat atas sekolah muslim, Ning Zee kemudian secara tidak sengaja melanjutkan pendidikan kuliahnya ke Universitas Tarumanagara Jakarta yang mayoritas mahasiswanya merupakan etnis Tionghoa.

Menjadi mahasiswa minoritas ternyata membuat Ning Zee berkesempatan untuk tampil menonjol.

Justru dia sesekali melakukan dakwah secara tersirat. “Kuasa Allah ya,” jelas Ning Zee.

Empat tahun kemudian Ning Zee lulus sarjana dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi. Berkat bidang studinya inilah, proses dakwahnya terasa mudah karena kemampuan komunikasi yang sudah terasah.

Mendulang popularitas di ibukota tak membuat dia silau mata terhadap ketenaran. Di saat puncak karirnya, Ning Zee dipersunting Dikky Ainun Najib, putra mantan Bupati Tuban bapak KH. Fathul Huda ( pengasuh Mahad Bahrul Huda ) dan Ibu Hj. Qodiriyah.

Dia kemudian pindah ke Bumi Wali Tuban, kota kecil jauh dari tempat dia menggaungkan popularitasnya.

‘’Setelah menikah saya pindah ikut suami dan menetap di Tuban,” jelasnya.

Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee saat lakukan saari dakwah di Riau
Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee saat lakukan saari dakwah di Riau

Meskipun pada awalnya terasa sulit karena hidup di lingkungan baru, Ning Zee tak berkecil hati.

Di Tuban, dia tetap melanjutkan dakwahnya hingga tak terasa sepuluh tahun telah terlewati.

Dia semakin mantap meninggalkan karir musik dan keindahan kota metropolitan untuk mengabdi pada kota kecil ini bersama keluarga kecilnya.

‘’Mungkin ini jalan Allah, saya memang harus berdakwah di Tuban,” kata dia sambil senyum terukir di wajahnya.

Meski begitu, awal karirnya di Tuban sebagai pendakwah juga tak instan.

Sebagai menantu Bupati Tuban pada saat itu, Ning Zee mulanya hanya melakukan dakwahnya pada kegiatan pemerintahan.

Sesekali mengisi kajian kegiatan sang mertua, Ning Zee kemudian mulai dikenal dan dipercaya masyarakat Tuban yang akhirnya semakin memperpadat jadwalnya.

Tak lagi hanya mengisi kegiatan pemerintah, kini Ning Zee merambah ke pengajian.

Lambat laun, berkat eksistensinya yang juga pernah mengikuti program AKSI di televisi, dia bisa kembali eksis di ibukota dan tampil di berbagai acara televisi sebagai pendakwah.

Dia juga beberapa kali dipanggil mengisi dakwah sampai ke luar Pulau Jawa.

Hingga sekarang, siapa yang tak kenal dengan sosok Ning Zee ini?

Dia menambahkan, keberhasilannya tersebut berkat doa dan dukungan keluarganya. Terutama sang suami dan sang anak, Ahmad Daffa Pratama.

Ditemani sang Anak, Ahmad Daffa Pratama, Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee pimpin jamaah bersalawat
Ditemani sang Anak, Ahmad Daffa Pratama, Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee pimpin jamaah bersalawat

Nikmatnya bertambah ketika sang anak, Daffa, yang tumbuh besar dekat denganya dan sang ayah, kini beranjak menjadi lelaki berusia delapan tahun yang pandai bersalawat.

‘’Sekarang Mas Daffa sering bantu saya bersalawat saat memimpin jamaah,” tutur dia.

Mubalig yang memiliki ciri khas bersalawat diiringi hadrah ini mengatakan, berdakwah merupakan salah satu sarananya untuk terus bercermin, merendah kepada Sang Khaliq.

Berat namun nikmat. Walaupun terkadang harus berdakwah ke tempat terpencil dengan akses transportasi yang sulit, hal itu terbayarkan ketika melihat jamaah yang antusias untuk belajar.

“Saat mereka berterima kasih sama saya itu rasanya tidak sepadan dengan apapun,” tuturnya dengan rendah hati.

Meskipun sudah dikenal sebagai pendakwah kondang, Ning Zee tetap belajar konsisten untuk membumi.

‘’Saya berusaha untuk tetap rendah diri dihadapan Allah, agar tidak terlena”.

Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee (tengah) bersama Pengurus Majelis Taklim Azzahra
Ulfah Nur Fauziah atau Ning Zee (tengah) bersama Pengurus Majelis Taklim Azzahra

Sebagai komitmennya untuk terus bermanfaat bagi sesama, kini Ning Zee menaungi jamaah Majelis Taklim Azzahra.

Wadah para Muslimah untuk menggelar pengajian yang diadakan secara rutin satu bulan sekali di Masjid Manarul Walidain komplek SD Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban.

Selain aktif berdakwah, perempuan berparas ayu ini sejak 2019 mulai merambah ke dunia bisnis. Ilmu dari sang suami yang memang bergelut di bidang wirausaha dia pelajari dengan tekun.

Nenkzee Mode menjadi brand pertama Ning Zee. Berbekal kesukaannya dalam me-mix and match pakaian, Ning Zee kemudian membuat clothing brand muslimah untuk wanita.

Dia mengaku, bisnis nya ini juga menjadi salah satu sarana dakwahnya. Dimana pakaian yang dia jual harus sesuai dengan syariat Islam. Menutup aurat dan tidak ketat atau membentuk tubuh. “Alhamdulillah peminatnya banyak,’’ucap dia.

Nenkzee Mode, Bisnis Pakaian Muslim Ulfah Nur Fauziah
Nenkzee Mode, Bisnis Pakaian Muslim Ulfah Nur Fauziah

Clothing brand miliknya terkenal sebagai brand yang esklusif dan tidak pasaran. Dengan kualitas yang bagus dan harganya yang masih terjangkau.

‘’Memang untuk pasarnya middle class sampai upper class,” tegasnya.

Kedepan, tutur Ning Zee, Nenkzee Mode tak hanya menjual pakaian khusus wanita namun juga pakaian muslim anak dan pria.

Butik yang diberi nama sama sama dengan brand tersebut, Nenkzee Mode, berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo nomor 45, Tuban. (kif/yud)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Perjalanan Ulfah Nur Fauziah #Nenkzee Mode #ustazah Ulfah #Fatimah Voices #pendakwah #dakwah #Majelis Taklim Azzahra #Bumi Wali #Ulfah Nur Fauziah #Ning Zee #mubalig #Dedi Permana