Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengintip Aktivitas Grup Baca Yuk, Empat Bulan, Lapaknya Lebih Diminati Anak-anak

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 28 Juni 2024 | 04:18 WIB

BUMIKAN LITERASI: Keempat penggagas Grub Baca Yuk menunjukkan buku favoritnya masing-masing.
BUMIKAN LITERASI: Keempat penggagas Grub Baca Yuk menunjukkan buku favoritnya masing-masing.

 

Grup Baca Yuk, komunitas literasi ini dibentuk sejak Desember 2023 lalu.

Berawal dari kebiasaan membaca yang diperoleh semasa sekolah, empat lulusan pondok pesantren Al-Ishlah, Paciran membentuk komunitas baca di Tuban.

RINDANGNYA pepohonan Taman Hutan Kota Abhipraya itu dijadikan atap berlindung para anggota Grup Baca Yuk saat menggelar lapak baca tiap Minggu pagi.

Saat ramai pengunjung, para anggota komunitas literasi ini langsung membeber ratusan bukunya di atas baliho bekas.

Siapa saja yang menghabiskan waktunya di ruang terbuka hijau di Jalan Pahlawan itu boleh meminjam buku untuk dibaca. Tapi tidak boleh dibawa pulang.

Rutinitas membuka lapak baca itu digagas oleh empat anak muda tersebut untuk meningkatkan minat baca di masyarakat.

Yeni Ika Septania, 24, menceritakan awal ide membuat komunitas tersebut.

Bermula saat dia bersama tiga temannya yang gemar membaca, selalu menenteng bacaan ke mana saja sebagai bahan diskusi.

Dari masing-masing buku yang dibawa, mereka saling bertukar pikiran dan isi bacaan.

Kebiasaan membawa buku itu menarik perhatian Nur Hidayati, salah satu gurunya semasa di pondok pesantren.

Hingga sang guru menawarkan untuk memberikan puluhan buku koleksinya untuk mereka berempat.

‘’Karena amanah buku itu, akhirnya kami buka lapak baca ini,” katanya.

Terbentuknya komunitas ini terinspirasi dari banyaknya gerakan yang sama di sejumlah kota besar. Salah satu yang menjadi inspirasinya adalah komunitas Jakarta Book Party.

‘’Kami terinspirasi untuk membuat gerakan yang sama di Tuban,” terangnya.

Selain menyediakan buku bacaan yang beragam, cewek yang berdomisili di Kelurahan Panyuran itu juga menyediakan kertas bergambar serta krayon.

Alat tulis itu disediakan bagi anak-anak yang ingin mengembangkan kreativitasnya. Hal itu cukup efektif mengenalkan komunitasnya yang baru berjalan beberapa bulan.

Sejauh ini, kata Yeni, pengunjung lapaknya masih didominasi anak-anak.

Mereka meramaikan lapak untuk membaca buku atau mewarnai pada kertas yang sudah disediakan.

Dia mengakui masih jarang anak muda yang datang ke lapak bacanya.

‘’Ya, mungkin memang kami kurang promosinya,” ungkap Yeni merendah.

Meski masih minim peminat, Yeni tidak patah semangat.

Dia justru semakin termotivasi membuat lapak baca lebih ramai dengan mempersiapkan berbagai program bersama temannya. Salah satunya, menggelar diskusi dari suatu bacaan yang disepakati.

‘’Konsepnya masih kami matangkan,” katanya.

Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah jurusan Tafsir Al-Quran dan Sains ini berharap, masyarakat mengetahui bahwa Tuban memiliki komunitas literasi.

Dengan demikian, anak-anak Tuban yang memiliki kegemaran yang sama akan menemukan wadahnya.

‘’Semoga komunitas ini dapat dikenal banyak orang,’’ harapnya. (*/yud)

 

Editor : Adib Turmudzi
#literasi #pendidikan #buku #baca buku