Pemilihan Duta Wisata Cung-Ndhuk Tuban menobatkan Jessyca Valentino Vigyx sebagai Ndhuk Tuban 2024. Dalam kompetisi ini, dia menawarkan inovasi buah siwalan sebagai oleh-oleh khas Tuban yang dikemas dengan sangat menarik.
JESSYCA Valentino Vigyx tidak mampu mengungkapkan perasaannya ketika dinobatkan sebagai pemenang Ndhuk Tuban 2024.
Hanya gurat bahagia yang terpancar dari wajah cantiknya.
Maklum, gadis 17 tahun yang karib disapa Jessy ini tidak pernah membayangkan bakal menjuarai pemilihan duta wisata tingkat kabupaten tersebut.
Ketika dinyatakan sebagai pemenang, tidak hanya perasaan haru dan senang yang dirasakan.
Namun, juga perasaan takut.
Sebab, di usianya yang masih belia, dia harus mengembang titel Ndhuk Tuban di bahunya—yang memiliki tanggung jawab untuk memajukan wisata Bumi Ronggolawe.
‘’Tentu ada rasa takutnya juga, kan setelah ini kita ada Raka-Raki,’’ katanya masih dengan senyum yang mengembang di antara kedua bibirnya.
Cewek kelahiran Malang itu menyampaikan, tak ada hal khusus yang disiapkan selama mengikuti kompetisi.
Baginya, terpenting dalam kompetisi pemilihan duta adalah pengetahuan wawasan serta mental yang kuat.
Sebab, kompetisi ini tidak sebatas inovasi wisata saja, tapi juga kesiapan mental dalam menghadapi perlombaan.
‘’Karena pasti ada pertanyaan menjebak dari juri untuk mengetes wawasan serta mental kita,’’ ujarnya.
Dikatakan Jessy, hal yang paling menantang dalam perlombaan, adalah ketika diminta untuk memberikan inovasi.
Kala itu, Jessy menawarkan inovasi jenang siwalan. Hal ini, berkaca dari banyaknya pohon siwalan di Tuban.
‘’Karena jumlahnya banyak, aku mau memanfaatkan produk khas Tuban itu,” katanya.
Selain jenang siwalan, lanjut dara yang bertempat tinggal di Jalan Patimura, Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban itu juga memanfaatkan daun lontar untuk tempat kemasannya.
Daun lontar dianyam menyerupai kemasan pada tape. Sehingga, produk tersebut terasa lebih menarik wisatawan.
‘’Jadi, semuanya kita manfaatkan, buahnya kita buat untuk bahan jenang, daunnya kita buat untuk tempat kemasannya,” terangnya.
Di kesempatan yang sama, dia menyampaikan, masih banyak wisata di Tuban yang bisa di maksimalkan.
Hanya saja, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kebersihan di tempat wisata masih minim.
‘’Kita kurangnya di sana (menjaga lingkungan dan kebersihan, Red). Itu karena kurangnya kesadaran masyarakat,’’ jelasnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Tuban.
Selain berusaha untuk tetap menjaga dan merawat tempat wisata, promosi melalui media sosial juga dirasa sangat penting.
Dengan melakukan promosi yang masif di media sosial, akan menjadikan wisata semakin dikenal banyak orang.
‘’Saya rasa promosi di media sosial sangat penting di era saat ini.
Dengan kita memperkenalkan wisata Tuban bisa menjadi salah satu personal branding yang kita miliki,” pungkasnya. (*/tok)
Editor : Adib Turmudzi