Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dinar Mustikowati, Designer Muda Asli Tuban yang Meraih Beasiswa di Paris La Mode Fashion School

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 12 Juli 2024 | 20:30 WIB

PENAMPILAN: Dinar Mustikowati bersama kedua modelnya selepas acara fashion show.
PENAMPILAN: Dinar Mustikowati bersama kedua modelnya selepas acara fashion show.

Ingin Mengenalkan Batik Gedog Secara Luas Melalui Dunia Fashion

Berada dalam lingkungan yang sebagian besar penghasil batik gedog, membuat Dinar Mustikowati begitu akrab dengan batik khas Tuban tersebut. Dan itulah yang kemudian turut mengantarkannya meraih beasiswa sekolah fashion di Paris La Mode Fashion School Tangerang.

HARDIYATI BUDI ANGGRAENI, Tuban.

RADARTUBAN - DENGAN mata yang berbinar, disertai senyum mengembang dari kedua bibirnya, Dinar—sapaan akrab Dinar Mustikowati—seakan kembali pada masa kecilnya—saat mulai mengenal dunia batik.

Tinggal di lingkungan yang sebagian besar penduduknya adalah perajon batik gedog, menjadikan dara 26 tahun itu tidak asing dengan proses pembuatan kain khas Tuban tersebut.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia sudah ikut untuk membantu dalam proses pembuatan batik gedog milik saudaranya. Meski bukan sebagai pegawai, namun dia belajar sedikit demi sedikit tentang cara membuat batik.

‘’Hanya main-main sebenarnya, sambil tambah-tambah uang jajan,” katanya sembari tertawa mengingat masa kecilnya dulu.

Pengetahuan serta pengalaman tentang dunia batik membuat gadis kelahiran 1998 itu, akhirnya mantap memilih untuk mengambil jurusan fashion batik di ISI Jogjakarta pada 2016 lalu.

Dikatakan Dinar, dunia perkuliahan semakin membuka matanya tentang dunia batik. Di sana, dia belajar bagaimana konsep membikin batik, desain, pengerjaan, hingga akhirnya dapat diaplikasikan dengan baik menjadi sebuah busana.

‘’Tentu itu menambah pengetahuanku terkait batik,” tuturnya.

Gadis yang bertempat tinggal di Kecamatan Kerek itu mengungkapkan, batik Tuban memiliki kecirikhasan tersendiri.

Lantaran memiliki banyak pilihan motif yang bisa dijadikan busana. Mulai dari motif ririan hingga motif klasik peninggalan zaman dahulu.

‘’Sebenarnya, motif kita itu sangat beragam, jadi perlu digali lagi,”  jelasnya.

Baca Juga: Berikan Kesaksian Palsu Kasus Vina: Aep dan Dede Dilaporkan ke Polisi

Selepas lulus kuliah, dia memutuskan untuk membuka usaha batik bersama dengan kedua orang tuanya. Membuat batik yang lebih kekinian dengan warna-warna yang lebih beragam.

Dalam melakukan usahanya, Dinar juga turut memberdayakan perempuan serta anak-anak muda dalam usahanya.

Berjalan empat tahun menjadi pengusaha batik, diakui oleh Dinar bahwa minat generasi untuk meneruskan budaya ini sangat minim. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di kantoran ataupun merantau.

Menurutnya, sangat disayangkan jika salah satu kebudayaan Tuban itu hilang karena tak ada penerusnya. ‘’Sayang sekali kalau batik yang penuh sejarah ini tidak ada penerusnya,”

Memiliki cita-cita designer sejak kecil membuat Dinar tak pernah lelah untuk meraih mimpinya. Perancang busana Didiet Maulana dan Zuhair Murad menjadi perancang yang selalu dia kagumi.

Desain yang dimiliki keduanya selalu memukau dengan karakteristiknya masing-masing. ‘’Dua perancang busana itu selalu aku jadikan patokan jika membuat desain,” ujarnya.

Tak pernah berpuas hati dengan apa yang telah dimiliki, Lulusan MAN Tuban ini masih sering mengikuti kompetisi desain. Lomba Design competition Wastra yang diselenggarakan oleh Paris La Mode Fashion School, menjadi lomba yang paling berkesan untuknya.

Dengan mengangkat Batik Gedhog sebagai bahan utamanya, dia berhasil masuk ke Top 3 pada kompetisi tersebut.

Hadiah yang diberikan pun tak main-main, Dinar mendapatkan beasiswa full untuk bersekolah Paris La Mode Fashion School di Gading Serpong, Tangerang.

‘’Tentu nggak pernah menyangka, karena awalnya hanya iseng mau tambah portofolio,”  ungkapnya.

Besar harapannya bisa mengenalkan batik gedog Tuban secara luas. Dengan ilmu serta pengalaman yang dimiliki, dia ingin mengajak anak muda untuk ikut serta melestarikan batik kebanggan Tuban tersebut. ‘’Karena sangat sayang kalau tidak ada penerusnya,” pungkasnya. (*/tok)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Tuban #batik gedog #batik #kebudayaan Tuban #kain khas Tuban #designer