Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Muryono, Penemu Metode Pembelajaran Rumus Matematika Sederhana, Awalnya Membantu Anak Ibu Kos Mengerjakan Matematika, Terbesit Membuat Rumus Sendiri

Andreyan (An) • Selasa, 16 Juli 2024 | 03:10 WIB

MENGINSPIRASI: Muryono menunjukan inovasi media pembelajaran matematika untuk anak sekolah.
MENGINSPIRASI: Muryono menunjukan inovasi media pembelajaran matematika untuk anak sekolah.

 

Berawal dari membantu anak ibu kosnya mengerjakan soal matematika, Muryono berhasil menciptakan rumus matematika yang mudah dan efektif. Rumus matematika itu dikasih nama: Rumus Matematika Roda Bundar.

 

DITEMUI di kediamannya—di rumah yang cukup sederhana.

Tepatnya di RT 09/RW 02, Dusun Bulu, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, kemarin (14/7), Muryono bersama karyawannya tampak sibuk mengemas barang pesanan yang akan dikirim.

Sepintas, barang yang dikemas dalam plastik berukuran 20x20 centimeter itu seperti mainan anak-anak yang bisa diputar-putar.

Namun, setelah diamati lebih dekat, ternyata bukan mainan. Melainkan inovasi sebuah rumus matematika.

Ketika menyambut kedatangan Jawa Pos Radar Tuban ini, pria 39 tahun itu menghadirkan kesan yang sangat ramah.

Itu tampak dari wajahnya yang membawa kesan selalu tersenyum.

Dia mempersilakan wartawan koran ini masuk di ruang tamu rumahnya yang sederhana itu.

Setelah mendengar maksud dan tujuan wartawan koran ini, dia pun bercerita ramah tentang perjalanan hidupnya hingga berhasil menciptakan inovasi rumus matematika.

Sembari duduk lesehan di lantai, Muryono mulai berkisah.

Disampaikan dia, sebelum berhasil menciptakan inovasi pembelajaran matematika, Muryono bukan siapa-sipa.

Dia hanya lulusan SMK yang bekerja serabutan.

Merantau dari satu kota ke kota lain.

Pernah juga selama 12 tahun menjadi satpam di Surabaya.

Berkat dedikasi selama sepuluh tahun lebih tersebut, dia kemudian diangkat menjadi manager operasional.

Namun, posisinya sebagai manajer itu tidak bertahan lama.

Bukan karena dipecat atau tidak menyukai pekerjaannya, tapi karena ingin mencoba jalan kesuksesan yang lain: membuka sebuah usaha.

‘’Saya memutuskan keluar dari pekerjaan karena ingin membuka usaha sendiri dengan istri,’’ ungkapnya.

Mulanya, dia membantu pekerjaan sang istri, Riswi Rahayu Ningsih yang pada saat itu berkecimpung di dunia tour travel.

Namun, upayanya membangun usaha ternyata semudah membalikkan telapak tangan.

‘’Karena sepinya pelanggan, akhirnya saya memutuskan untuk berjualan telur di pasar,’’ tuturnya dengan lirih.

Ada satu momen yang diingatnya selama menjadi seorang pedagang telur.

Lapaknya sempat dijadikan bahan kecurangan oleh para pembeli yang membuatnya merugi puluhan juta.

‘’Saat itu tabungan tinggal menipis, bingung harus bagaimana,’’ tuturnya.

Berangkat dari kesusahannya itu, akhirnya dia kembali teringat sebuah ide untuk membuat rumus matematika ketika masih kos dulu.

Ide itu bermula saat anak dari ibu kosnya tengah kesusahan menyelesaikan tugas matematika.

Kemudian dia mendatangi anak ibu kos tersebut untuk menawarkan bantuan mengerjakan soal matematika dengan rumus roda berputar.

‘’Dari ingatan itu, akhirnya saya terpikir untuk membuat rumus matematika seperti yang saya ajarkan pada anak ibu kos dulu,’’ tuturnya.

Dengan berbekal pensil dan media kertas, dia kemudian membikin kembali rumus yang pernah diajarkan kepada anak ibu kosnya tersebut.

Namun, tidak lantas langsung jadi seperti sekarang.

Prosesnya sangat panjang, jatuh bangun, hingga diremehkan banyak orang.

‘’Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi sebuah produk dan diakui bisa membantu anak-anak dalam mengerjakan soal-soal matematika,’’ terang dia. (*/tok/bersambung)

Editor : Adib Turmudzi
#Rumus #penemu #pendidikan #matematika