Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tri Rahmat Subagio, Putera Batik Jawa Timur 2024, Menyukai Batik karena Cinta Budaya Indonesia

Annisa Dwi Kusuma Hany • Jumat, 9 Agustus 2024 | 04:00 WIB

Dua dari kiri, Tri Rahmat Subagio meraih penghargaan sebagai Putera Batik Jawa Timur 2024.
Dua dari kiri, Tri Rahmat Subagio meraih penghargaan sebagai Putera Batik Jawa Timur 2024.

 

Sempat menolak tawaran mengikuti kompetisi Putera Puteri Batik Jawa Timur (PPBJT) 2024, Tri Rahmat Subagio tidak menyangka bisa terpilih menjadi Putera Batik Jawa Timur 2024.

ANNISA DWI KUSUMA HANY, Tuban

Awalanya pria yang akrab disapa Gio itu mendapatkan tawaran mengikuti seleksi PPBJT melalui Instagram pribadinya.

Namun, pemuda berusia 25 tahun itu sempat menolak tawaran tersebut. Alasannya, gelaran event itu bertepatan dengan ujian master of ceremony (MC) PERMADANI.


Namun, setelah melakukan berbagai per­timbangan bersama pihak PERMA­DANI dan orang tua asuhnya, Ratna Handayani, akhirnya diputuskan untuk mengikuti seleksi PPBJT.

’’Sebenarnya bukan ragu (mengikuti kompetisi, Red), tapi takut tidak bisa membagi waktu saja,’’ ujarnya.


Anak ketiga dari pasangan Ragum dan Almarhumah Suyatmi itu mengaku bahwa ibu asuhnya sangat berarti bagi dirinya.

Menurutnya, Ratna yang seorang dokter gigi itu memiliki jiwa sosial tinggi.

Selalu mendukung anak-anak yang memiliki potensi, tapi minim dukungan ekonomi.


Ratna sebagai pemilik butik Larasati dan pendiri organisasi Larasati Enter­tainment, membentuk rumah bagi anak-anak yang memiliki bakat di bidang modeling, fashion, dan lainnya.

’’Bahkan, pertama kali saya rekaman menyanyi di-support oleh beliau dengan keluarga Widaswara,’’ tutur Gio.


Lebih lanjut, lulusan SMAN 1 Widang itu mengaku sudah menyukai batik sejak kecil.

’’Saya menyukai batik, karena didasari rasa cinta akan kebudayaan Indonesia. Terutama dalam hal-hal yang berbau tradisional,’’ ungkapnya.


Selain mendapatkan dukungan dari orang tua asuh, motivasi Gio mengikuti PPBJT karena visi dan misinya selaras dengan program kerja organisasi Larasati, yaitu selaras bersama batik.

Dia ingin meng­optimalkan kepedulian generasi muda terhadap batik. ’’Sehingga bisa bangga dan memahami makna batik, terutama batik legendaris dari Tuban,’’ tuturnya.


Pria asal Desa Trutup, Kecamatan Plumpang itu berpesan kepada generasi muda untuk mencintai kebudayaan Indonesia. Salah satunya adalah batik.

’’Meskipun di tengah era digitalisasi, batik bukanlah hal yang kuno. Namun, masih menjadi tren mode fashion yang mendunia,’’ pesannya.


Dengan semangat dan dukungan yang kuat, Gio bertekad untuk terus berinovasi dan memajukan warisan budaya Indonesia. Menjadi Putera Batik Jawa Timur 2024 bukanlah akhir dari per­jalanannya.

Namun, hal itu menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar untuk kebudayaan Indonesia.


’’Alhamdulillah, tentunya saya sangat senang dan bangga bisa membawa nama Tuban ke provinsi dan nan­tinya masih berlanjut ke tingkat nasional. Tidak lupa, setiap kesuksesan saya per­sembahkan untuk keluarga, ayah, dan almar­humah ibu yang menjadi inspirasi bagi saya,’’ tandasnya dengan penuh rasa syukur. (*/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Putera Batik Jawa Timur 2024 #batik #JawaTimur #PPBJT