Cedera tak menjadi hambatan bagi Dwiky Firmansyah dalam mengikuti Kejuaraan Olahraga Nasional (Kejurnas) Atletik Indonesia Open U-18 2024 yang berlangsung Juli lalu. Meski harus menahan rasa sakit pada punggungnya, remaja asal Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban itu sukses meraih medali perunggu dalam ajang tersebut.
USAI namanya diumumkan menempati podium ketiga dalam Kejurnas Atletik Indonesia Open U-18 2024 pada nomor lompat tinggi putra, Dwiky Firmansyah langsung melupakan rasa suka citanya dengan sujud syukur.
Euforia kegembiraan saat meraih juara 3 itu masih terasa ketika diwawancarai wartawan koran ini via telepon, Rabu (7/8) lalu.
Siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tuban itu mengaku tidak menyangka bisa meraih medali, meski saat itu menghadapi kompetisi dengan kekuatan fisik yang tidak 100 persen fit.
Capaian yang diperolehnya patut mendapatkan apresiasi.
Sebab, dari ketiga podium juara yang diperebutkan, Dwiky menjadi satu-satunya atlet dari tanah air yang mendulang medali.
Sementara dua podium lainnya diisi oleh atlet asal Hongkong dan Singapura.
‘’Bersyukur bisa meraih medali meski awalnya pesimis,’’ ujar dia.
Ini adalah kali pertamanya mengikuti kejuaraan atletik yang pesertanya juga berasal dari dalam dan luar negeri.
Alumni SMP Negeri 4 Tuban itu mengaku senang bisa bersaing dengan atlet dari negara-negara tetangga.
‘’Momen yang tepat juga untuk berbagi pengalaman dengan para atlet ini,’’ ucapnya.
Remaja berusia 17 tahun itu berkisah perjuangannya melawan rasa sakit sepanjang bergulirnya kompetisi tersebut.
Tekad dan semangat yang kuat, akhirnya mampu membuahkan hasil yang manis—mencatatkan lompatan dengan ketinggian 1,89 meter.
Mengungguli dua peringkat di bawahnya yang juga berasal dari negara tetangga.
Meski mendapat medali di kompetisi tersebut, Dwiky menuturkan jika capaiannya ini bukanlah akhir dari perjuangannya.
Pelajaran dan pengalaman masih terus dikejarnya hingga bisa menembus kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi lagi.
‘’Suatu saat ingin sekali bisa berlaga mewakili negara ini dalam ajang yang besar seperti Sea Games ataupun Asian Games,’’ pungkasnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama