Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Luqmanul Hakim, Mantan Jurnalis Pertama di Tuban yang Menjadi Anggota DPRD, Modal Ikhtiar, Tergerak karena Sering Mendapat Dorongan Masyarakat

Annisa Dwi Kusuma Hany • Kamis, 29 Agustus 2024 | 19:00 WIB

 

Photo
Photo

Dari 50 anggota DPRD Tuban yang resmi dilantik, ada satu pria yang tidak asing di kalangan awak media. Sosok itu adalah Luqmanul Hakim, anggota DPRD terpilih dari dapil 1 (Kecamatan Tuban, Merakurak, Montong, Kerek).

 

SEBELUM memutuskan terjun di panggung politik, pria yang karib disapa Luki ini merupakan seorang jurnalis.

Lebih kurang 15 tahun dia menekuni profesi kuli tinta.

Karirnya dimulai sebagai jurnalis TV, lalu berganti haluan ke media online.

Hadirnya wajah politikus Partai NasDem di gedung dewan ini sekaligus menegaskan bahwa seorang jurnalis juga bisa menjadi anggota DPRD.

 Merujuk dari sejarah jurnalis di Tuban, Luki merupakan jurnalis satu-satunya dan pertama yang berhasil melenggang duduk di kursi dewan.

Sebelumnya, beberapa jurnalis yang mencoba peruntungan menjadi wakil rakyat selalu gagal.

Karena itu, ini adalah sejarah baru di kalangan jurnalis Tuban.

Terlebih, terpilihnya mantan jurnalis JTV tidak banyak diprediksi oleh rival-rivalnya di dapil 1.

Namun, siapa menyangka, di dapilnya berhasil meraih suara terbanyak di antara caleg partai NasDem lainnya.

Bahkan, koleganya—yang merupakan caleg incumbent, Rasmani pun kalah suara dengannya.

Hal ini menandaskan bahwa pria berdomisili di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek itu cukup membasis di akar rumput.

’’Saya memutuskan menjadi anggota dewan karena banyak hal (aspirasi rakyat, Red) yang menurut saya pribadi belum tersampaikan. Itu sebabnya saya terdorong menjadi anggota DPRD,’’ katanya.

Lebih lanjut lulusan STIE Muhammadiyah Tuban itu menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Tuban, khususnya warga dapil 1 yang telah memilih dan mendoakannya, hingga akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Tuban.

 ’’Dan itu semua tidak lepas dukungan dan doa saudara-saudara, doa orang tua, dan paling penting rida dari Allah SWT. Mudah-mudahan saya bisa amanah, bisa menjadi penyalur aspirasi yang baik,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, bapak dua anak itu mengaku bahwa menjadi anggota DPRD lebih pada proses yang kebetulan, lalu bertemu dengan keberuntungan.

’’Saya maju menjadi caleg tidak memiliki apa-apa. Orang tua saya, bapak-ibuk bekerja menjadi PKL di Kalimantan,’’ ujarnya.

Namun demikian, doa dan dukungan kedua orang tuannya, baik orang kadung maupun mertua, itu berhasil mengubah nasibnya—terpilih menjadi anggota DPRD Tuban periode 2024-2029.

’’Saat coblosan, ibu saya bela-belain pulang ke Tuban demi saudara dan teman-temannya untuk mencoblos saya. Dan Alhamdulillah, di TPS tempat tinggal orang tua berhasil meraih suara terbanyak,’’ ceritanya.

Dalam prosesi pelantikan itu, Luki didampingi sang istri, Yessy Erlino Vita bersama anak dan keluarga besar.

Dalam kesempatan itu, Yessy berharap suaminya bisa menjadi anggota DPRD yang amanah dan mampu menyuarakan aspirasi masyarakat dengan baik.

 ’’Perasaannya lebih ke bangga juga, bisa menyaksikan suami mengucapkan sumpah dan janji,’’ ujarnya.

Sementara itu, sang ayah Muhammadun mengaku sangat bersyukur anaknya bisa melenggang di gedung DPRD Tuban.

 ’’Alhamdulillah, sebagai seorang ayah tentunya sangat terharu melihat pencapaian putranya,’’ tandasnya. (han/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #DPRD Tuban #jurnalis