Renita Ardiyanti tidak pernah membayangkan bakal menerima penghargaan sebagai Motivator UMKM Kabupaten Tuban. Idenya membikin jasa delivery order yang diawali saat pandemi Covid-19 itu hanya bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya.
HARDIYATI BUDI ANGGARAENI, RADARTUBAN
EKSPRESI kebahagiaan itu terlukis di wajah Renita Ardiyanti usai menerima penghargaan sebagai Motivator UMKM dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban.
‘’Ini (penghargaan, Red) merupakan kebanggaan sekaligus menjadi untuk terus memotivasi para pelaku UMKM untuk terus berkembang,’’ katanya.
Lahir dari orang tua yang juga pelaku UMKM, Reni—sapaan akrabnya—paham betul bahwa satu di antara tantangan tersulit pelaku UMKM adalah mencari pembeli atau pelanggan. Sehingga, ilmu marketing sangat dibutuhkan untuk memasarkan produk yang telah diproduksi.
‘’Karena saya tahu rasanya (sulitnya menjual barang, Red) seperti apa, akhirnya saya membuat jasa delivery order area Rengel. Tujuannya, untuk memudahkan pelaku UMKM menjual barangnya,’’ tutur perempuan yang jual pelaku UMKM asal Kecamatan Rengel itu.
Disampaikan Reni, ide jasa delivery order itu bermula saat pandemi Covid-19 pada medio 2020 lalu. Saat itu, dia sangat prihatin dengan kondisi pelaku UMKM yang terimbas kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
‘’Dari situ, akhirnya saya memiliki ide jasa delivery order untuk membantu para pelaku UMKM, khususnya di Kecamatan Rengel,’’ terang dia.
Tidak disangka, idenya itu terus berkembang hingga sekarang. Jika dulu hanya merambah UMKM di Kecamatan Rengel, kini telah menjangkau beberapa kecamatan sekitar. ‘’Alhamdulillah, sekarang sudah merambah hingga Kecamatan Plumpang. Kalau di total, ada 330-an pelaku UMKM yang ikut ke kami,” ungkapnya.
Namun begitu, upayanya membantu pelaku UMKM itu tidak lantas berjalan mulus. Awalnya, dia sempat anggap memanfaatkan pelaku UMKM untuk mendapat keuntungan pribadi.
‘’Ya, awalnya memang banyak yang menyepelekan. Ada yang menganggap bahwa saya hanya memikirkan keuntungan pribadi. Tapi lambat laun akhirnya banyak yang paham—bahwa niat saya tulus—membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya,’’ katanya berkisah.
Perempuan 29 tahun itu sangat bersyukur karena saat ini sudah banyak pelaku UMKM yang melek teknologi—bahwa jualan dari mana pun bisa dilakukan secara online. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama