Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Robert Santari, Perupa Kenamaan Tuban, 29 Tahun Menjadi Seniman Lukis Bertemakan Pohon Siwalan

Sugiati. • Senin, 23 Desember 2024 | 19:30 WIB

 

Photo
Photo

 

Bagi kebanyakan orang Tuban, pohon siwalan hanya dikenal sebagai pohon penghasil buah ental dan nira atau biasa disebut masyarakat Tuban sebagai minuman legen. Namun, bagi Robert Santari, pohon sejenis palem ini merupakan sumber inspirasi yang menjadikan dirinya dikenal sebagai seniman lukis pohon siwalan. Bagaimana ceritanya?

 

SIANG itu, Robert—sapaan akrabnya—tidak tahu harus melukis apa.

Berjam-jam hanya terduduk sembari menatap kosong kanvas berwarna putih. Pikirannya berkelindan mencari inspirasi.

Berdiri, duduk, berdiri lagi, duduk lagi.

Begitu lama, dan hampir saja menyerah. Hingga akhirnya inspirasi itu datang. Lebih tepatnya tidak sengaja—setelah melihat pohon siwalan di depan rumahnya.

‘’Sulit untuk saya gambarkan bagaimana inspirasi itu datang,’’ katanya, yang seketika itu langsung bergegas—kembali pada posisi semula. Duduk di depan kanvas putih berukuran sekitar 50 x 40 centimeter (cm) itu.

Tanpa berpikir panjang, dia langsung melukis pohon siwalan.

Seperti ada energi positif yang begitu besar. Tangan kanannya begitu piawai menari-nari di atas kanvas—memadupadankan cat warna menjadi sebuah lukisan yang indah.

Sejenak dia pandangi hasil lukisannya. Puas. Lukisan pertamanya tentang pohon siwalan itu berjudul Harmoni Kehidupan.

Dan itulah karya yang paling berkesan dalam hidupnya.

Sejak saat itu, pria asli Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban itu konsisten membuat lukisan yang terinspirasi dari pohon siwalan. Sampai saat ini, sudah ratusan lukisan telah berhasil ia ciptakan.

Bahkan, beberapa lukisannya yang bertemakan pohon siwalan dia beri nama masing-masing dan memiliki filosofi khusus.

Misalnya, dalam karyanya yang berjudul Mother’s Life atau Ibu Kehidupan.

Menurutnya, pohon siwalan kaya akan manfaat, mulai dari daun, batang hingga buahnya, saat masih segar maupun saat sudah mati, pohon siwalan tetap memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

‘’Pohon siwalan sama halnya seperti ibu yang terus memberikan manfaat bagi anak-anaknya,’’ tutur pria yang berkarya sejak 1995 itu.

Dari pengalamannya tersebut, Robert menyadari bahwa inspirasi itu bisa datang dari mana saja, dan tidak pernah disangka.

‘’Seperti saya mendapat inspirasi melukis pohon siwalan, ini juga datang secara tiba-tiba. Saya melihat pohon siwalan, dan saat itu juga saya mendapat inspirasi untuk melukis pohon siwalan,’’ terang perupa yang kini berusia 52 tahun itu.

Diungkapkan Robert, sebenarnya sedari kecil sudah akrab dengan pohon siwalan.

Hampir saban hari melihat ayahnya memanjat pohon dengan nama latin borassus flabellifer itu.

Namun, sebelum inspirasi itu datang, dirinya tidak pernah terpikirkan untuk menjadikan pohon siwalan sebagai tema lukisannya.

‘’Pohon siwalan tidak hanya sekadar pohon. Pohon siwalan adalah identitas orang Tuban,’’ ujaranya, dan sejak saat itu konsisten mengangkat tema pohon siwalan dalam setiap karyanya.

Disampaikan Robert, melukis adalah proses ibadah atau cara mensyukuri anugerah Tuhan.

Sebab, melukis adalah keahlian yang tak semua orang bisa.

Itulah yang kemudian menginspirasi lukisan pohon siwalan lainnya yang berjudul The Power of God.

‘’Bagi saya melukis adalah pengabdian kepada Sang Pencipta, Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang sudah melakoni profesi sebagai seniman selama kurang lebih 29 tahun itu juga membuat lukisan dengan judul Tinggal Cerita.

Karya tersebut menampilkan batang-batang pohon siwalan.

Ditanya soal filosofinya, Robert menjelaskan bahwa karya tersebut menitikberatkan pada kritik sosial terhadap orang-orang yang sering kali menebang pohon siwalan sembarangan tanpa memerhatikan kehidupan generasi selanjutnya.

Sampai saat ini, Robert telah mengikuti berbagai event seni rupa. Di antaranya adalah Jambore Seni Rupa di Pasar Seni Ancol Jakarta tahun 2000-2007, Pameran bersama di Gedung Taman Budaya Surakarta Jawa Tengah tahun 2021-2023 dan masih banyak event lain yang diikutinya.

Dan semua lukisan yang dipamerkan bertemakan pohon siwalan. Itulah identitas dirinya sebagai orang Tuban. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Seniman Tuban #siwalan #pelukis #pohon siwalan #Pelukis Tuban #Seni lukis #seniman