Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jelajah Masjid Astana, Desa Jenu/Kecamatan Jenu, Diyakini Peninggalan Para Wali, Memiliki Sumur yang Airnya Bisa Menenangkan Hati

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 12 Maret 2025 | 20:30 WIB
Photo
Photo

 

Masjid Astana di Desa/Kecamatan Jenu ini diyakIni merupakan peninggalan para wali yang mensyiarkan Islam di desa setempat. Dari cerita tutur yang diterima warga, masjid yang dulunya sebuah surau ini sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. 

DULUNYA, masjid ini merupakan sebuah surau kecil yang berdiri di antara makam aulia penyebar ajaran Islam di desa setempat dan sekitarnya.

Oleh karena itu, oleh warga setempat, masjid ini dinamakan Masjid Astana.

Yang dalam bahasa sansekerta, astana memiliki arti harfiah sebuah tempat pemakaman.

Meski tidak ada manuskrip fisik yang menyebutkan tahun dibangunnya surau yang kini menjadi masjid tersebut.

Namun, masyarakat desa setempat meyakini jika masjid ini berusia lebih tua dari Masjid Astana di kompleks pemakaman Sunan Bonang, Tuban.

Atau sebelum tahun 1900.

Lokasi masjid ini bersebelahan dengan tiga makam aulia yang diyakini pendiri surau tersebut. Yakni, makam Syeh Samsudin Al Arif, Syeh Koro Welarang, dan Syeh Trem Abdul Rosad.

Kini, makam para wali yang memiliki cungkup kuno menjadi petilasan yang dihormati warga sekitar. 

Baca Juga: Jelang Kenaikan Iuran BPJS, Kepesertaan Tuban Masih 88 Persen

Takmir Masjid Astana, Zainuddin membenarkan bahwa masjid yang sebelumnya sebuah surau ini telah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Hanya saja, kapan tahun pastinya, tidak satu pun manuskrip yang menyebutkan.

‘’Tapi yang jelas, cerita dari mbah buyut kita, surau ini sudah ada sebelum mbah buyut kita ada,’’ katanya. 

Pun dengan sumur tua yang ada di dalam masjid.

Sumber mata air yang memiliki kedalaman sekitar 6 meter dan berdiameter kurang lebih 80 sentimeter (cm) itu juga diyakini sebagai peninggalan tiga aulia tersebut.

Oleh warga desa setempat dan sekitarnya, air dalam sumur tua itu dipercaya bisa menyembuhkan segala penyakit, penenang hati, hingga syarat agar segera mendapatkan jodoh. 

‘’Bahkan, dahulu air sumur ini digunakan juga untuk bersumpah, tapi sekarang sudah diperbolehkan lagi untuk hal itu,” imbuh Zainuddin. 

Baca Juga: Minyakita 1 Liter Ditarik dari Pasaran, Kemendag dan Satgas Pangan Polri Lakukan Penindakan

Sayangnya, lanjut takmir yang berusia 60 tahun itu, bagunan surau lawas tidak sedikit pun berbekas setelah dilakukan pemugaran berkali-kali.

Disampaikan dia, pemugaran awal dilakukan pada 1991, yang menjadikan desain Masjid Astana ini memiliki atap berundak dengan gaya lawas. Menampakkan tiga serambi masjid. 

Kemudian, pada 2018 hingga kini tengah dalam proses pembangunan Masjid Astana dengan desain yang lebih modern, seperti model masjid-masjid pada umumnya.

Dengan tiga pintu megah yang terbuat dari kayu jati berukirkan flora di setiap sisinya.

Desain klasik itu dapat dilihat ketika memasuki serambi bagian luar masjid. 

‘’Direnovasi lagi karena memang masjid yang ada dari tahun 1991 itu tak cukup lagi menampung jamaah, sedangkan surau kuno yang pertama berdiri memang kayunya sudah lapuk,” jelas Zainuddin. 

Baca Juga: Rossa Buka Warung Makan Murah Selama Bulan Ramadan, Segini Harga Per Porsinya

Meski begitu, di dalam masjid yang kini sedang dilakukan proses renovasi itu masih terdapat langit-langit dan empat tiang dari Masjid Astana lama.

Berlapiskan keramik berwarna merah hati dan langit-langitnya yang tampak seperti gaya bangunan ala Belanda nan lawas. 

Tak ketinggalan, salah satu hal unik yang dilakukan oleh masyarakat setempat saat akan pergi haji terlebih dahulu berkumpul di masjid ini.

Selanjutnya, dilaksanakan prosesi pelepasan di halaman depan masjid.

‘’Hal itu sebagai bentuk penghormatan dan meminta barokah dari para aulia yang dimakamkan di belakang masjid ini,” pungkas Zainuddin. (*/tok) 

 

 

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#makam #masjid #jelajah masjid