Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jelajah Masjid An-Noor di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban , Berdiri sejak Ratusan Tahun Lalu, Bersebelahan dengan Makam Saudari Sunan Bonang

Sugiati. • Kamis, 20 Maret 2025 | 22:05 WIB

 

Photo
Photo

 

RADARTUBAN - Masjid An-Noor di Gang Kutorejo XII, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban ini tergolong salah satu masjid tertua di Kabupaten Tuban. Diyakini, masjid ini dibangun pada tahun 1587. Itu berdasar ukiran tembok yang menunjukkan angka tersebut. 

Praktis, jika benar masjid yang didesain mirip dengan Masjid Astana Sunan Bonang itu dibangun pada 1587, maka usianya sudah 438 tahun. Dan uniknya, masjid ini nyaris tidak pernah tersentuh renovasi.

Sejak ratusan tahun lalu, masjid ini masih mempertahankan bangunan lawas.Mirip bangunan Belanda. Ciri-cirinya, memiliki tiang besar dengan jumlah pintu yang banyak.

Dan menarik lagi, masjid ini tidak memiliki menara atau kubah. 

Takmir Masjid An-Noor Kasiyanto membenarkan bahwa masjid tempatnya beribadah sehari-hari itu memang tidak pernah mengalami renovasi yang berarti.

‘’Paling tahun kemarin (2024) hanya memperbarui cat biar terlihat lebih segar saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Lebih lanjut Kasiyanto menjelaskan, Masjid An-Noor ini konon dibangun oleh arsitek yang sama dengan Masjid Astana di kompleks Makam Sunan Bonang dan masjid di kompleks Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang.

‘’Desainnya memang sama seperti ini, hanya beda ukuran,” ujarnya. 

Pria 64 tahun itu mengatakan, meski telah berusia ratusan tahun, namun bangunan tetap kokoh dan sama sekali tidak rapuh dimakan usia.

‘’Hingga kini, masih mempertahankan bangunan sejak awal,” katanya. 

Bangunan kuno yang dinilai awet itu dituturkan karena menggunakan batu alam dengan bongkahan besar, jadi lebih awet dan tidak mudah rusak.

‘’Bangunan zaman dulu memang awet, coba lihat masih bagus banget tembok-temboknya,” ujar Kasiyanto sambil menunjuk ke arah tembok. 

Saat pertama kali memasuki halaman masjid, jemaah akan disuguhkan dengan tiang-tiang yang berjejer dan lantai yang masih sama sejak awal pembangunan masjid.

Meski tidak mengalami proses renovasi yang berarti, tapi ada penambahan teras masjid di bagian selatan.

Itu lantaran jumlah jemaah yang mengalami peningkatan.  

Di bagian belakang masjid terdapat makam.

Salah satu makam induk paling besar merupakan makam dari tokoh agama bersejarah di wilayah setempat, yakni Siti Muthmainnah, atau yang lebih dikenal dengan Nyi Roro Kuto.

Berdasarkan cerita tutur, Nyi Roro Kuto merupakan saudara dari Sunan Bonang. Sehingga, dapat dismpulkan bahwa masjid ini juga bagian dari saksi sejarah penyebaran agama Islam di Tuban.

‘’Namun, siapa yang menginisiasi pendirian masjid ini, tidak ada yang tahu,’’ katanya.

Selain masih mempertahankan bangunan kuno, masjid ini juga masih mempertahankan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara turun temurun.

Seperti ngaji bareng, salawatan, khataman hingga terbaru latihan pencak silat oleh remaja sekitar di halaman masjid.

‘’Kami berusaha merawat bangunan lama ini beserta kebiasaan-kebiasaan baiknya,” tandasnya. (*/tok)

 

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#kutorejo #renovasi #masjid #bangunan lawas