Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cerita Pelajar SMKN 3 Tuban Jadi Korban Kecelakaan Tragis di Gresik, Sempat Menulis Pesan Terakhir di Instagram

Andreyan (An) • Minggu, 13 April 2025 | 17:28 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - Duka mendalam masih dirasakan keluarga besar SMK Negeri 3 Tuban. Satu dari ketujuh korban tewas dalam tragedi maut antara mobil Panther dengan Bus Rajawali Indah.

Petaka tersebut terjadi di Jalan Raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Kamis pagi (10/4) lalu merupakan siswa berbakat dari lembaga pendidikan yang beralamat di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak itu. 

Pesan singkat yang ditulis Hafiz Gandawiharja, 17, siswa kelas XI Kimia Industri SMK Negeri 3 Tuban di akun Instagram pribadinya sebelum tragedi pilu yang merenggut nyawanya beserta keluarganya, masih membekas dalam ingatan teman dan guru di sekolahnya.

Sekitar beberapa jam sebelum insiden kecelakaan terjadi, Hafiz sempat mengunggah status dalam Instagram pribadinya hlo_fizzzz bertuliskan, “Se adoh opo dolanmu tetep konco deso seng dadi rodo papatmu mbesok”.

Mempunyai arti sejauh apa pun perjalananmu tetap teman dari desa yang menjadi roda empatmu kelak.

Jika ditafsirkan lagi, roda empat yang dimaksud yakni keranda jenazah yang biasa dipikul oleh empat orang.

Pesan tersebut juga masih membekas dalam ingatan Nanik Dwi Nuryati, wali kelas Hafiz Gandawiharja saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban di SMK Negeri 3 Tuban, kemarin (11/4).

Dituturkan Nanik, Hafiz sempat menghubunginya sebelum berangkat mengantarkan pamannya, yakni Muhammad Aqib berangkat umroh.

‘’Sekitar jam 4 pagi (Hafiz, Red) menghubungi saya meminta izin tidak masuk sekolah karena ingin mengantar salah satu anggota keluarganya berangkat umrah,’’ ungkapnya.

Raut kesedihan tak mampu disembunyikan oleh pengajar Matematika itu saat menceritakan kenangan yang ditinggalkan Hafiz selama menempuh pendidikan di sekolah.

‘’Anaknya penurut dan rajin selama bersekolah di sini, aktif juga ikut ekstrakurikuler jurnalistik,’’ ujar Nanik.

Pihak sekolah pertama kali mendengar kabar meninggalnya Hafiz dalam kecelakaan tepat usai guru kelasnya mengabsen siswa di kelasnya.

Selama bersekolah, pelajar asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak itu sempat menjadi anggota OSIS Bidang Pembinaan Sastra dan Budaya saat masih duduk di kelas X. 

Pengajar asal Kecamatan Kerek itu masih teringat betul keinginan Hafiz yang pernah diungkapkan kepadanya tempo hari ketika bercengkerama berdua.

‘’Almarhum punya cita-cita menjadi polisi, sudah mempersiapkan fisiknya sejak lama, katanya ingin membahagiakan kedua orang tuanya,’’ pungkasnya. (*/tok)

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#gresik #Desa Tuwiri Wetan Kecamatan Merakurak #laka lantas #SMKN 3 Tuban #Kecelakaan