Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Risma, Juara 2 AKSI Indosiar 2025 asal Desa Wanglu Kulon Kecamatan Senori Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 15 April 2025 | 19:35 WIB
Siti Lutfiyatul Kharisma, Juara 2 AKSI Indosiar 2025
Siti Lutfiyatul Kharisma, Juara 2 AKSI Indosiar 2025

RADARTUBAN - Selain terkenal berkat aksinya mengikuti ajang Akademi Sahur Indonesia (Aksi) 2025 yang ditayangkan di TV nasional, Siti Lutfiyatul Kharisma juga mengharumkan nama Kabupaten Tuban.

Terlebih, berhasil meraih juara 2 dalam ajang tersebut. Sebuah kebanggaan yang patut diapresiasi.

Perasaan haru nan bangga masih menyelimuti suasana hati Siti Lutfiyatul Kharisma ketika dihubungi wartawan koran ini melalui sambungan telepon, Minggu (13/4).

Siang menjelang sore itu, dengan suara lembut dari ujung telepon, perempuan muda asal Desa Wanglu Kulon, Kecamatan Senori itu menceritakan perjalannya selama mengikuti ajang Akademi Sahur Indonesia (Aksi) 2025.

Kesuksesannya meraih juara 2 dalam kompetisi syarhil quran di ajang tersebut diperoleh melalui proses yang panjang nan melelahkan.

Gadis 21 tahun itu telah mengikuti kompetisi syarhil saat masih menduduki bangku madrasah tsanawiyah (MTs).

Bahkan, saat itu sudah menjadi perwakilan Kabupaten Tuban ini dalam ajang MTQ Jawa Timur dan berhasil menyabet posisi juara dua.

Proses belajar yang tak mudah dan memakan waktu lama, hingga beradaptasi dengan ilmu baru membuat langkahnya tak selalu mulus.

Namun, dengan kemauan, tekad, dan dukungan dari sekelilingnya, Risma mampu melewati segala badai proses.

Titik tolak sebuah proses yang panjang tersebut dimulai sejak masih duduk bangku kelas 1 MTs.

Berbekal ilmu yang mulai dikenalkan oleh sang ibu ketika masih berusia 3 tahun, Risma memberanikan diri mendaftar AKSI Indosiar 2025. Sebuah ajang kompetisi syarhil quran nasional dengan banyak pesaing hebat.

‘’Alhamdulillah saat mendaftarkan diri dan setelah sesi wawancara, saya berhasil menjadi salah satu dari 28 finalis yang berkesempatan tampil dalam Aksi,’’ tuturnya memulai cerita dengan suara lembutnya.

Awalnya, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu sempat tidak menyangka.

Termasuk kedua orang tuanya, juga sempat kaget: antara percaya dan tidak. Sebab, jumlah pesertanya mencapai ratusan dan dari seluruh Indonesia.

‘’Pada awalnya sama sekali tidak menaruh ekspetasi untuk bisa lolos, bahkan menjuarai ajang tersebut, karena pesaing saya merupakan orang-orang yang hebat dan telah berkecimpung dalam bidang syarhil dan dai jauh lebih lama,’’ katanya.

Meski demikian, dalam setiap tahapannya, putri dari pasangan Ahmad Muzammil dan Ulfayati itu selalu berusaha untuk optimistis.

Terlebih, dirinya sudah memiliki modal yang cukup untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Selain berbekal pelatihan syarhil quran dan dai yang konsisten ditekuni, juga ditunjang pengalaman organisasi dari bidangnya saat ini.

Salah satunya, tergabung dalam komunitas Muhibbin Tilawah Wa Dakwah Nasional.

Walakin, meski memiliki modal yang cukup, tidak lantas membuatnya tinggi hati. Selama mengikuti kompetisi syarhil quran di level nasional tersebut, dia selalu mempersiapkan segalanya dengan matang sebelum tampil.

‘’Saya terus belajar, mempersiapkan materi dengan baik, hingga mental juga harus ditata dengan baik,’’ katanya.

Mahasiswi jurusan Ilmu Quran dan Tafsir itu mengaku menikmati segala proses dan perjalanannya.

Hingga akhirnya menjadi kesempatan yang berbuah manis dan dapat membanggakan orang tua, bahkan masyarakat Tuban.

‘’Harapannya, untuk para generasi muda, jangan lelah dalam berproses dan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri. Selain itu, juga jangan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada,’’ pesannya.

Saat ditanya siapa yang menjadi sosok inspirasinya, gadis muda itu menjawab dengan sangat yakin jika guru-gurunyalah yang menjadi sumber semangatnya untuk mendalami bidang yang saat ini digeluti tersebut.

‘’Melihat sosok guru-guru saya yang terus berproses dan selalu belajar, saya sangat ingin menjadi seperti mereka,’’ tandasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#senori #risma #mts #ajang kompetisi #aksi indosiar #juara #Siti Lutfiyatul Kharisma