Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Suntoro, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Tuban: Berusia Hampir Satu Abat, Setelah Salat Subuh Rutin Jalan Kaki

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 12 Mei 2025 | 23:49 WIB
Suntoro, CJH tertua dengan penuh semangat mengenakan baju ihram saat manasik haji beberap waktu lalu.
Suntoro, CJH tertua dengan penuh semangat mengenakan baju ihram saat manasik haji beberap waktu lalu.

RADARTUBAN - Doa Suntoro untuk bisa menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud.

Di usianya ke 91 tahun, kakek asal Kecamatan Singgahan ini tercatat sebagai jemaah haji tertua asal Tuban.

Di usianya yang hampir seabad.

Suntoro hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta: semoga masih diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Setelah kurang lebih tujuh tahun menunggu, doa itu akhirnya terkabul.

Tepat saat kuota lansia diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Tuban.

Kabar bahagia itu disampaikan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) AR Roudoh Singgahan melalui pesan WhatsApp yang diterima anak bungsunya, Masrufah.

"Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat haji, saya sangat senang,’’ ujarnya kepada Jawa Radar Tuban dengan suara parau usai mengikuti manasik haji di Graha Sandiya beberapa hari lalu.

Suntoro mengaku sudah lama memimpikan bisa menunaikan ibadah haji. Mendaftar di usia 84 tahun, bapak delapan anak ini hanya bisa pasrah menunggu giliran menunaikan rukun Islam kelima.

Dan satu-satunya yang diharapkan adalah kuota lansia. Karena itu, dia sangat bersyukur akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

"Mugi-mugi lancar sedanten,’’ tuturnya.

Diungkapkan Suntoro, sebenarnya, bisa saja dirinya mendaftar di usia yang tidak terlalu tua. Namun, niat itu harus diurungkan karena demi anak-anaknya.

Satu-satunya harta berupa sawah yang dimiliki terpaksa dijual demi membiayai pendidikan anak-anaknya.

"Alhamdulillah, anak-anak sudah sukses,’’ ujarnya, yang kemudian oleh anak-anaknya didaftarkan haji di usia 84 tahun.

Masrufah, anak bungsu Suntoro sekaligus sebagai pendamping mengungkapkan, ayahnya sangat bahagia saat pertama kali mendapat kabar masuk kuota lansia pemberangkatan haji 2025.

"Begitu mendapat kabar, bapak langsung semangat. Setiap hari, setelah salat Subuh selalu olah raga, jalan-jalan di sekitar rumah,’’ tuturnya.

Meski usianya sudah senja, tapi secara fisik masih kuat untuk beraktivitas dan tanpa alat bantu.

Itu tampak saat pelaksanaan manasik haji tingkat kabupaten pada 6 Mei lalu. Semua tahapan manasik diikuti seperti jemaah lainnya.

Dia hanya beberapa kali duduk dan beristirahat.

Disampaikan Masrufah, satu-satunya kendala sang ayah adalah pendengaran dan ingatannya. "Harapan kami, nanti selama di Tanah Suci ketua rombongan bisa membimbing bapak,’’ harapnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #kementerian agama #ibadah haji #Kemenag #whatsapp #jemaah #singgahan