Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sapta Widya Manggala, Juara Favorit Duta Muda Jawa Timur 2025: Mentalnya Benar-Benar Diuji Saat Karantina

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 8 Juni 2025 | 21:59 WIB
Manggala berfoto mengenakan batik dengan slempang setelah diumumkan sebagai Juara Favorit Duta Muda Jawa Timur 2025.
Manggala berfoto mengenakan batik dengan slempang setelah diumumkan sebagai Juara Favorit Duta Muda Jawa Timur 2025.

RADARTUBAN - Sapta Widya Manggala berhasil meraih predikat juara favorit dalam ajang Duta Muda Jawa Timur 2025.

Dari langkah pertamanya di atas panggung hingga akhir kompetisi, Manggala menunjukkan bahwa menjadi duta muda bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang dedikasi dan dampak bagi masyarakat.

Suara kharismatik yang penuh kebanggaan tak bisa disembunyikan oleh Manggala ketika dihubungi melalui sambungan telepon oleh wartawan koran ini, Minggu (1/6) lalu.

Lelaki muda itu menceritakan dengan begitu sumringah tentang perjalanannya selama mengikuti kompetisi Duta Muda Jawa Timur 2025.

Pemuda asal Desa Montongsekar, Kecamatan Montong itu mengaku telah memiliki rasa percaya diri sejak masih belia.

Meski bukan anak yang serba bisa, tetapi dirinya terbiasa untuk tampil di depan khalayak umum.

Berbekal bakatnya itu, Manggala dengan berani mendaftar dalam kompetisi bergengsi tingkat provinsi.

Bermodalkan kepercayaan diri dan tekad yang kuat, dirinya mulai menikmati setiap proses yang dia lalui selama menapaki jalan menuju ajang muda-mudi berprestasi tersebut.

"Prosesnya tentu tidak mudah, saya harus belajar banyak hal selama tahap seleksi yang cukup melelahkan mulai dari tes tulis hingga bisa berada di babak grand final,” katanya.

Meski begitu, dirinya bersyukur tidak ada kendala berarti selama menjalani tahapan-tahapan seleksi yang terbilang kompetitif.

Pasalnya, dirinya harus bersaing dengan puluhan peserta lain dari seluruh kabupaten atau kota se-Jawa Timur.

Pemuda berusia 18 tahun itu mengaku, jika mentalnya terasa diuji ketika menjalani proses karantina. Dalam tahap itu, dirinya belajar banyak tentang kepemimpinan, komunikasi, hingga advokasi.

Hal-hal tersebut menuntutnya harus benar-benar siap secara emosional.

Manggala tetap merasa senang dan enjoy saat menjalani proses menjadi seorang duta muda.

Terlebih, ketika dirinya dapat bertemu dengan banyak orang baru yang berasal dari berbagai wilayah yang berbeda dan bertukar pengalaman dengan sesama kontestan selama waktu tersebut.

"Ada beberapa pengalaman unik yang tidak terduga seperti kesulitan menemukan lokasi seleksi, tapi hal itu justru menjadi kenangan manis berkat bantuan dari sesama peserta juga,” kenang pemuda yang juga menjadi influencer dengan ribuan pengikut ini.

Bagi Manggala, hasil tidak pernah mengkhianati proses.

Di setiap tahapannya dia belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh dan semakin sadar peran generasi muda dalam membangun lingkungan sosial yang bermutu.

Sebagai juara favorit duta muda, Manggala mengemban misi besar. Ada lima bidang utama yang menjadi fokusnya, yakni kepemudaan, pariwisata, lingkungan, kebudayaan, dan juga pendidikan.

Di antara semua bidang ini, perhatian Manggala tertuju pada kekayaan budaya lokal di Tuban, terutama batik.

Menurutnya, generasi muda saat ini harus sadar jika budaya bukan hanya masa lalu dan digunakan oleh orang-orang tua saja. Tetapi muda-mudi juga bisa mengemas batik menjadi sebuah kearifan lokal yang bisa berjalan berdampingan dengan modernisasi.

Bagi pemuda berzodiak Leo itu, menjadi seorang juara favorit Duta Muda Jawa Timur bukan hanya tentang tampil di panggung dan mengenakan selempang.

Lebih dari itu, dia juga ingin menjadi teladan dan sosok inspirasi bagi sesama kawula muda di Kabupaten Tuban maupun di Jawa Timur, agar generasi muda dapat terus berkarya, berkontribusi, dan juga menyebarkan energi positif.

Dia sadar jika tantangan generasi muda di era ini sangat kompleks. Mulai dari tekanan sosial, krisis identitas, dan berbagai persoalan lainnya.

Namun, Manggala yakin dengan pendekatan yang kreatif, generasi muda dapat menjadi agen perubahan. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pendidikan #jatim #Duta Muda Koperasi Kota Jogja #Jawa Timur #Kecamatan Montong