Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sevira Alena Della Paramita, Generasi Muda yang Bangga Menjadi Pemain Gamelan Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 10 Juni 2025 | 23:03 WIB
Della (tengah pakai udeng) dalam balutan baju dan udeng saat akan melakukan pementasan kesenian Gemblak Mbawi.
Della (tengah pakai udeng) dalam balutan baju dan udeng saat akan melakukan pementasan kesenian Gemblak Mbawi.

RADARTUBAN - Saat remaja seusianya sibuk dengan gadget dan media sosial, lain halnya dengan Sevira Alena Della Paramita yang lebih memilih tenggelam dalam alunan gending gamelan.

Gadis muda ini memutuskan untuk mendedikasikan masa remajanya demi sebuah warisan budaya leluhur yang kini nyaris terpinggirkan. 

Suara riang dan lemah lembut mengudara ketika Sevira Alena Della Paramita dihubungi wartawan koran ini melalui sambungan telepon, Jumat (6/6) lalu.

Dengan suka cita, cewek yang akrab disapa Della itu menceritakan perjalanannya berkecimpung dan mencintai kesenian tradisional.

Di saat generasi muda mulai melupakan budaya bangsanya sendiri, Della malah tenggelam dalam menyenangi budaya warisan leluhur tersebut.

Della manjadi satu-satunya pemain gamelan perempuan termuda di kelompok kesenian Gemblak Mbawi. Di tengah dominasi pria berusa 45 hingga 50 tahun, Della hadir sebagai warna baru sekaligus pemantik semangat regenerasi budaya dan tradisi yang mulai terkikis zaman.

Sejak usia yang begitu belia, dara asal Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek ini telah menyelami dunia kesenian Gemblak Mbawi sebagai pemain gamelan.

Bermula ketika dirinya masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar (SD), membawanya mencintai seni-seni tradisional hingga dirinya tumbuh remaja.

‘’Awalnya iseng ikut latihan, karena kakek dulu juga pelaku kesenian Gemblak Mbawi ini. Ternyata selama itu juga tumbuh rasa cinta dan keinginan untuk ikut melestarikan kesenian ini,” tuturnya.

Gadis 17 tahun itu mengungkapkan, keputusannya melakoni kesenian tradisional ini adalah panggilan jiwa.

Dirinya merasa jika memiliki tanggung jawab untuk turut serta berpartisipasi dalam melestarikan budaya nenek moyang.

Meski duduk di antara pemain gamelan yang sudah berumur, dirinya tetap aktif mengikuti latihan hingga pertunjukkan.

Baginya, usia bukanlah halangan untuk berkontribusi dan juga belajar.

Selama bergabung dalam kesenian Gemblak Mbawi ini, remaja berzodiak Virgo ini tak terhitung sudah berapa kali berpartisipasi dalam penampilan di atas panggung.

Mulai dari tampil dalam acara Gelar Malam Purnama yang diusung oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) atau hanya sekadar tampil di desa-desa sekitar sebagai bentuk usaha untuk tetap mempertahankan kesenian ini.

Tidak banyak remaja sebayanya yang tertarik untuk mendalami kesenian ini.

Meski ada beberapa kawula muda yang turut serta, namun mereka lebih cenderung memilih posisi penari atau pemeran dramanya.

‘’Hanya saya yang jadi satu-satunya perempuan muda yang ada di posisi penambuh gamelan,” imbuhnya.

Della merasa, jika dirinya tidak kalah keren dibandingkan dengan anak-anak yang menyukai kesenian modern. Terlebih, nilai-nilai pakem dalam kisah hingga kostum yang akan digunakan saat pementasan harus melalui sebuah prosesi ritual.

Baginya, Gemblak Mbawi bukan hanya sekadar kesenian tradisional, tetapi juga sebagai wadah untuk mencintai dan nguri-uri budaya peninggalan nenek moyang.

"Semua tradisi dan budaya tradisional itu tidak identik dengan usia tua. Sebagai generasi muda juga harus nguri-uri budaya agar kesenian yang sudah ada sejak zaman dulu masih bisa eksis hingga tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #kesenian tradisional #pria #gamelan #Gemblak #hargoretno #kecamatan kerek