Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Desainer Muda Thalita Ciptakan Gaun Sagari, Harumkan Nama Tuban di Festival Batik

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 6 Juli 2025 | 01:07 WIB

 

Thalita tampak cantik dalam balutan gaun bertemakan Sagari buatan tangannya sendiri.
Thalita tampak cantik dalam balutan gaun bertemakan Sagari buatan tangannya sendiri.

RADARTUBAN - Di balik kesuksesan Kirani Aura Puspasari dalam menjuarai lomba fashion show tingkat Jawa Timur bertajuk Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 yang digelar di Alun-alun Bojonegoro pada 19 Juni lalu, ada tangan terampil yang mendesain gaun model berbakat tersebut.

Dia adalah Talita Salsabila Maisaroh, desainer muda asli Tuban. 

Gadis muda berusia 20 tahun yang mengharumkan nama Kabupaten Tuban, sekaligus mengenalkan batik Galaran Kembang Waluh dalam ajang fashion show level provinsi itu karib disapa Thalita.

Dia adalah desainer muda berbakat asal Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.

Gaun biru laut bertema bahari yang dikenakan Kirani Aura Puspasari di panggung Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 itu berhasil memukau penonton dan para juri.

Sebuah kebanggaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Kepada wartawan koran ini, Thalita menuturkan, konsep gaun yang diciptakan itu terinspirasi dari keindahan laut di pesisir Tuban.

‘’Saat melintasi lautan Tuban, saya merasa terpanggil untuk menciptakan sesuatu yang bisa merepresentasikan kondisi laut di kota kelahiran saya ini,’’ ujarnya sekaligus mengucap syukur lantaran gaun yang dihasilkan dari tangan terampilnya itu turut mengantarkan Kirani Aura Puspasari sebagai juara lomba fashion show Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025.

Keunikan desain gaun bertema Sagari itu terletak pada model ekor duyung sebagai salah satu elemennya.

Bentuk dan siluet ekor duyung dalam busana tersebut memberikan kesan anggun, tapi misterius, sebagaimana karakter laut itu sendiri.

Untuk menghasilkan desain gaun yang begitu menawan, Thalita hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.

Dari mulai memotong kain, menjahit, hingga memadu-padankan menjadi bentuk gaun batik berwarna biru laut yang elegan.

‘’Pastinya sangat menguras energi selama membuat gaun itu. Terlebih, saya harus membagi waktu dengan kegiatan lainnya. Sehingga saya harus pintar melakukan manajemen waktu selama proses pengerjaan gaun Sagari,’’ tuturnya.

Dalam proses menyulap potongan kain menjadi gaun yang begitu indah dan bermakna, Thalita melibatkan perajin batik langganannya.

Selama proses itu pula, mereka kerap bertukar ide dan inspirasi untuk merealisasikan desain yang semula hanya berbentuk gambar menjadi pakaian.

Tentunya melewati banyak malam, dan hanya ditemani benang dan jarum jahit saat yang lain tertidur pulas.

Meski sempat merasa kelelahan setelah mendedikasikan sebagian waktunya untuk membuat busana tersebut, alumni MAN 1 Tuban itu tampak begitu puas.

Terdengar dari suaranya ketika mengungkapkan kelegaan hatinya setelah merampungkan gaun tersebut, bahkan merasa setiap tetes keringatnya terbayar ketika busananya membawa seorang model memenangi festival prestisius.

‘’Rasanya, lelah hilang setelah melihat hasil akhir. Apalagi bisa memenangi lomba,” ujarnya dengan intonasi suara yang terdengar ceria.

Bukan hanya mendesain gaun Sagari, gadis berzodiak Gemini itu juga telah mendesain gaunnya sendiri ketika menjadi finalis dalam ajang Cung Ndhuk Tuban.

Bahkan, busana tersebut meraih gelar Best Busana dan ditampilkan saat Grand Final Cung Ndhuk 2024.

Prestasi gemilangnya tersebut tak lepas dari ketekunannya dalam dunia desain sejak masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD).

Sejak kecil, sang ibu sudah mengenalkan Thalita di dunia busana.

Bagi Thalita, gaun Sagari ini menjadi simbol kecintaan terhadap tempat kelahirannya. Setiap motif, warna, bentuk, hingga dasar inspirasinya bercerita tentang Kabupaten Tuban.

‘’Saya ingin orang-orang tahu jika batik Tuban juga memiliki cerita dan makna tersendiri,” tandasnya. (*/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #bojonegoro wastra batik festival #gaun #model