RADARTUBAN - Tak pernah terbayangkan dalam benak Alivia Monica Ruliana Putri. Di usianya yang masih belia mampu bertengger di podium utama ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.
Atlet cabang olahraga (cabor) angkat berat putri asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu sukses mengoleksi dua medali pada ajang olahraga dua tahunan tersebut.
Satu medali emas di kelas sub total 57 kg putri dan satu medali perak di kelas 57kg putri.
Tampil di ajang kompetisi olahraga prestisius tingkat provinsi pada usia yang terbilang masih belia, 15 tahun, serta bersaing sengit dengan atlet-atlet berbakat dari berbagai penjuru daerah se-Jawa Timur tidak menjadi halangan bagi Monica menorehkan prestasi membanggakan untuk kabupaten tercinta.
Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Jumat (8/8), euforia meraih medali emas dalam ajang Porprov IX Jatim 2025 masih hangat diingatan atlet angkat berat yang tahun ini duduk di bangku kelas 10 SMAN 2 Tuban tersebut.
Jika melihat perawakannya di luar arena pertandingan, siapa sangka gadis berpostur 160 cm itu menjadi pemegang tahta podium utama Porprov IX Jatim 2025 cabor angkat berat kelas sub total 57 kg putri.
Torehan itu seakan membuktikan bahwa usia dan postur tubuh tidak menjadi halangan untuk menorehkan prestasi di bidang olahraga. Diungkapkan Monica, raihan tersebut diperolehnya tidak instan. Proses berliku, kerja keras, dan disiplin yang diterapkannya selama menggeluti cabor angkat berat tiga tahun terakhir menjadi kunci kesuksesannya.
‘’Persiapannya sangat luar biasa. Selain menjaga mental dan fisik, kita juga harus bisa menjaga berat badan agar tidak bertambah, serta bisa menjaga dan menambah beban angkatan dalam latihan. Biasanya sepekan bisa lima kali latihan sore dan dua kali latihan pagi,’’ beber dia.
Perjuangannya meraih medali emas di ajang olahraga dua tahunan itu masih belum lepas diingatan atlet kelahiran 2009 itu.
Di kelas sub total 57 itu, dirinya harus menghadapi lawan-lawan tangguh antara lain atlet dari Kota Kediri, Malang, Kabupaten Nganjuk, dan Jombang.
Monica menjadi atlet paling muda yang bertanding di kelas tersebut.
‘’Lawan terberat dari Kota Kediri, mereka (Kota Kediri, Red) menurunkan dua atlet tangguh sekaligus untuk bertanding di kelas 57 kg. Rasanya seperti dihimpit dua raksasa, sebab dua atlet Kabupaten Kediri itu merupakan lawan terberat saya,’’ ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Monica, dua atlet asal Kota Kediri itu juga sempat menjadi batu sandungannya meriah medali emas pada ajang Porprov Jatim edisi sebelumnya.
‘’Pada Porprov IX Jatim 2025 lalu saya hanya bisa mendapatkan medali perunggu. Alhamdulillah pada Porprov tahun ini bisa mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Tuban,’’ tutur alumni SMPN 2 Tuban itu.
Atlet angkat berat 15 tahun itu bertekad bisa menjaga momentum menduduki podium tertinggi di nomor kompetisi yang diikutinya itu.
Monica berharap bisa mewakili Jawa Timur dalam ajang kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
‘’Meskipun sulit, saya siap bekerja keras untuk mewujudkannya,’’ pungkasnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama