RADARTUBAN - Meski bukan berasal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan tinggi, Zulinda Ayu Andira mampu membuktikan jika dirinya bisa meraih prestasi tinggi.
Terbaru, cewek asli Tuban ini terpilih sebagai mahasiswa berprestasi dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2025 Universitas Negeri Jogjakarta.
Puluhan pigura piagam penghargaan dan medali dari berbagai ajang kompetisi terpajang rapi di setiap dinding ruang tamu rumah Zulinda Ayu Andira di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.
Rumah sederhana itu seakan menjadi saksi perjalanan Ayu dalam mengukir prestasi.
Selama menjadi pelajar, Ayu sukses mengoleksi berbagai penghargaan dari ajang olimpiade tingkat daerah hingga nasional yang telah diikutinya.
Menariknya, dara berusia 21 tahun ini bukan lahir dari orang tua yang berpendidikan tinggi.
Sang ayah bekerja menjadi staf kelurahan, sedangkan sang ibu berjualan kue tradisional.
Karena itu, menjadi pelajar berprestasi adalah capaian yang luar biasa dan kebanggaan orang tua.
‘’Bapak dan ibu selalu mendorong saya untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin. Untuk itu, saya ingin meningkatkan derajat kedua orang tua saya. Semoga langkah ini menjadi awal untuk saya bisa meraih kesuksesan di masa depan,’’ ujar mahasiswi Universitas Negeri Jogjakarta itu.
Lebih dari 50 piagam dan piala kejuaraan olimpiade berhasil dikoleksi Ayu selama mengikuti kompetisi.
Di antaranya, meraih medali emas Olimpiade Sains bidang Matematika Tingkat Nasional dalam ajang Einstein Science Competition 2025.
Selanjutnya, Olimpiade Sains bidang Fisika tingkat nasional dalam Issac Newton Competition 2025, Olimpiade Sains bidang biologi tingkat nasional dalam Issac Newton Competition 2025, hingga mendapat medali perak pada Olimpiade Sains bidang Biologi dalam ajang Cendekia Natural Science 2025.
Prestasi tersebut membuat Ayu berhasil mendapatkan pengakuan dari kampusnya sebagai mahasiswa segudang prestasi dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2025 dan bersaing dengan 11 mahasiswa FMIPA lainnya, yang juga memiliki banyak prestasi.
Bukan hanya di tingkat fakultas, tetapi juga maju hingga level Universitas setelah dirinya terpilih dalam tiga besar mahasiswa terbaik di fakultasnya.
Ayu menceritakan, dirinya harus mempersiapkan banyak hal dan mengikuti rangkaian seleksi untuk bisa terpilih.
Mulai dari berkas pendaftaran yang dikirimkan secara daring, hingga melakoni empat tahapan seleksi secara luring, meliputi capaian unggulan, bahasa Inggris, gagasan kreatif, dan seleksi kepribadian.
Dalam empat tahap seleksi tersebut, Ayu harus menghadapi tujuh dosen fakultasnya sebagai juri.
‘’Jujur, saya sempat gugup selama beberapa minggu tahapan seleksinya, khawatir jika hasilnya tidak memuaskan,” ujar alumni SMAN 1 Tuban itu.
Namun, semua rasa lelahnya terbayar dan merasa cukup puas ketika namanya diumumkan sebagai finalis Pilmapres oleh pihak kampus saat upacara dies natalis UNY 2025 melalui daring pada Mei.
Ayu merasa usaha dan perjuangannya dalam menggapai banyak prestasi tidak sia-sia.
Dia mengingat kembali bagaimana perjalanannya dalam belajar untuk mempersiapkan banyak kompetisi, mengorbankan waktu bersantai dengan rekan-rekannya, bahkan tidak jarang merasa burnout, stres, jenuh, dan ingin berhenti selama menjalani prosesnya.
Tetapi, menurutnya, semua itu merupakan bagian dari proses dan tidak semua hal akan berjalan mudah.
Meski telah menjadi mahasiswa dengan segudang prestasi, Ayu tetap beberapa kali diremehkan oleh banyak orang di sekitarnya dan menganggap dirinya hanya mencari pengakuan.
Namun, gadis 21 tahun itu justru menjadikan hal tersebut sebagai lompatan untuk membuktikan kemampuannya.
‘’Kalau saya berhenti hanya karena omongan orang, berarti saya secara tidak langsung membenarkan asumsi mereka. Saya ingin tetap membuktikan kalau usaha saya tidak sia-sia,” ujarnya tegas.
Endah Suwarniningsih, ibunda Ayu mengaku sangat bersyukur melihat putrinya tumbuh sebagai gadis cerdas dan sukses dengan banyaknya prestasi yang diperolehnya.
‘’Tidak menyangka putri saya bisa sampai di titik ini.
Apalagi, kami hanya berasal dari keluarga sederhana dan tidak punya keistimewaan apa pun. Tapi berkat kerja keras, doa, dan ketekunan Ayu, semua yang dulunya hanya angan-angan, kini sedikit demi sedikit bisa terwujud.
Terbukti, setelah dia masuk dalam finalis Pilmapres UNY tahun ini,” ungkapnya haru dengan senyum bangga terpancar di wajahnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama