Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mario Habigin, Lulusan SMK TJP Tuban Raih Emas di World Skills ASEAN Filipina 2025

Andreyan (An) • Selasa, 9 September 2025 | 15:05 WIB
Dari Tuban untuk dunia, Mario Habigin sukses sabet medali emas World Skills ASEAN 2025 di Filipina.
Dari Tuban untuk dunia, Mario Habigin sukses sabet medali emas World Skills ASEAN 2025 di Filipina.

RADARTUBAN - Berkesempatan berdiri di panggung kompetisi lomba skala internasional tak disia-siakan Muhammad Mario Habigin, 18. 

Siswa yang baru saja lulus dari SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban itu sukses menyabet medali emas pada ajang World Skills ASEAN Filipina 2025.

Momen menegangkan saat namanya dikumandangkan keras menjadi juara 1 pada ajang kompetisi yang diselenggarakan di Manila, Filipina pada 28 Agustus lalu masih terekam jelas dalam ingatan Mario.

Siswa yang baru saja menyandang predikat sebagai mahasiswa baru di Universitas Brawijaya itu tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan haru saat mengukir prestasi di kompetisi skala internasional tersebut.

‘’Masih tidak menyangka, bisa berdiri di kompetisi sebesar ini (World Skills ASEAN Filipina 2025, Red) saja sudah sangat bersyukur apalagi memenangkannya,’’ ujar dia saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban melalui sambungan telepon, kemarin (5/9).

Di balik perawakannya yang pendiam dan pemalu, ada bakat besar yang dimiliki remaja asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu.

Dituturkan dia, saat menginjakan kaki di ajang kompetisi itu, dirinya sempat dirundung rasa nervous berhari-hari.

‘’Beban di pundak tidak ringan, sebab biasanya membawa nama sekolah ataupun daerah, kini membawa nama negara bersanding dengan delegasi hebat lainnya dari negara tetangga,’’

Delegasi Indonesia pada ajang tersebut sebanyak 38 kompetitor yang turun di 19 bidang lomba, sementara Mario turun di bidang lomba mechanical engineering (CAD).

‘’Semua peserta punya kelebihan masing-masing, untuk lawan terberat saya rasa dari Singapura dan delegasi tuan rumah (Filipina, Red),’’ ujar dia.

Prestasi yang diraih mahasiswa jurusan teknik mesin itu sebanding dengan kerja keras dan ketekunan yang dijalaninya selama setahun terakhir.

Sejak duduk di bangku SMK, Mario memang sudah mahir dalam bidang yang digelutinya itu.

Bahkan, dirinya juga menyandang predikat sebagai peraih medali emas dalam lomba kompetensi siswa (LKS) tingkat provinsi Jawa Timur 2024 dan LKS tingkat Nasional 2024 lalu.

Medali emas yang diraih di ajang World Skills ASEAN Filipina 2025 itu sekaligus melengkapi koleksi medali emas bidang lomba mechanical engineering (CAD) dari berbagai jenjang.

Proses yang dijalaninya hingga meraih medali emas di kompetisi skala internasional itu benar-benar dimulai dari bawah.

Pada tahap awal, tepatnya tanggal 14-17 September 2024 menjalani seleksi tingkat daerah dan berhasil keluar sebagai juara.

Kemudian, berlanjut pada 4-8 November 2024 mengikuti seleksi di tingkat nasional.

Dan berkat kejeniusannya, akhirnya lolos ke level internasional.

Sebelum berangkat di kompetisi yang diselenggarakan di Manila, Filipina itu, Mario sempat menjalani training center di Binus University yang diadakan Kemenaker selama berbulan-bulan, tepatnya 15 April-15 Agustus 2025.

‘’Bahkan sempat absen mengikuti masa pengenalan lingkungan kampus beberapa waktu lalu,’’ beber dia.

Diungkapkan Mario, dirinya bersyukur perjalanannya dalam menggapai prestasi mendapat dukungan penuh dari SMK TJP Tuban dan kampus yang ditempatinya saat ini lantaran turut membersamai dan memberikan izin dispensasi mengikuti kompetisi di luar sekolah.

‘’Setelah pulang berkompetisi, saya akan lebih fokus kuliah karena kemarin sempat izin beberapa pekan sehingga ketinggalan banyak materi,’’ tandasnya. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #kompetisi #ASEAN #Filipina #Skala Internasional #SMK TJP #universitas brawijaya