Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Berawal dari Poster, Beby Valencya Melangkah hingga Finalis Duta Siswa Jatim 2025

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:27 WIB
Siswi SMAN 4 Tuban, Beby Valencya, berbagi kisah perjuangan, keraguan, dan pembentukan diri di ajang Duta Siswa.
Siswi SMAN 4 Tuban, Beby Valencya, berbagi kisah perjuangan, keraguan, dan pembentukan diri di ajang Duta Siswa.

RADARTUBAN - Sebuah poster yang dikirimkan oleh seorang teman menjadi awal perjalanan Beby Valencya Putri Wahono.

Saat itu, dia belum sepenuhnya memahami apa yang ditawarkan ajang Duta Siswa Kabupaten Tuban.

Namun, rasa ingin tahu mendorongnya melangkah lebih jauh. Pada April 2025, dia memutuskan mendaftar dan menekan tombol submit.

Keputusan itulah yang kelak membawanya pada proses panjang pembentukan diri.

Beby, panggilan akrabnya mengingat momen itu dengan jelas. Sempat muncul keraguan, namun juga semangat untuk mencoba hal baru.

Bukan keinginan mencari pengakuan yang mendorongnya, melainkan rasa penasaran terhadap pengalaman yang belum pernah dijalani sebelumnya.

“Ada perasaan campur aduk antara harap dan cemas saat mengisi formulir pendaftaran saat itu,” ujarnya saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Tuban melalui sambungan telepon.

Dia kemudian dinyatakan lolos seleksi tingkat kabupaten.

Hasil tersebut membuka kesempatan berikutnya: golden ticket untuk mengikuti ajang Duta Siswa Provinsi Jawa Timur setelah menjalani karantina tingkat kabupaten.

Pada titik inilah Beby mulai dihadapkan pada pilihan untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Siswi SMAN 4 Tuban itu mengakui sempat meragukan kemampuannya. Terlebih, persaingan di tingkat provinsi menghadirkan hampir 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Setelah mendapat dukungan dari orang tua, sekolah, dan teman-temannya, dia memutuskan melanjutkan langkah.

“Saya sempat merasa tidak percaya diri. Namun, setelah memastikan kembali dukungan dari orang-orang terdekat, saya mengirimkan formulir untuk melanjutkan ke tingkat provinsi. Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti prakarantina dan karantina,” tuturnya.

Persiapan menuju ajang provinsi berlangsung selama sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode itu, Beby harus menata ulang kesehariannya.

Kegiatan akademik di sekolah tetap berjalan. Sementara rangkaian prakarantina dan karantina menuntut konsistensi dan kedisiplinan.

Di sela waktu istirahat dan jam kosong, dia memanfaatkan kesempatan untuk merekam video program kerja yang menjadi bagian dari tahapan seleksi.

“Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti karena mampu menyeimbangkan antara kegiatan-kegiatan tersebut,” ujar dara yang tinggal di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak itu.

Tahap karantina provinsi di Kota Malang menjadi bagian paling menantang.

Jadwal yang padat menguras tenaga dan konsentrasi. Beby yang memiliki ketertarikan pada seni tari, masuk dalam Top 10 Bakat dan Minat.

Di ajang tersebut, dia harus menampilkan kemampuan menari dan menyanyi di hadapan dewan juri.

Selain itu, dia juga menjalani tugas pembuatan vlog di kawasan Kayutangan, Malang.

Aktivitas tersebut dilakukan di tengah keramaian wisatawan dan udara dingin, dengan agenda padat hampir tanpa jeda. Kondisi tersebut sempat membuatnya merasa kelelahan.

“Saya sempat merasa ingin menyerah saat itu, namun setelah menjalani proses dengan penuh keikhlasan serta bertemu teman-teman Duta Siswa se-Jawa Timur, rasa tersebut perlahan hilang. Saya merasa sangat beruntung dapat menjadi bagian dari keluarga besar Duta Siswa Jawa Timur,” katanya.

Pada malam penganugerahan, nama Beby tidak disebut sebagai juara utama.

Dia mengaku kecewa setelah menjalani proses panjang. Namun, pengalaman yang dia dapat justru menjadi bagian yang paling berarti.

Menurutnya, ajang tersebut memberinya ruang untuk bertumbuh.

Kepercayaan diri meningkat, kemampuan berbicara di depan umum terasah, serta rasa tanggung jawab dan kepemimpinan berkembang melalui berbagai tahapan yang dijalani.

“Saya menyadari jika ajang ini bukan soal siapa yang membawa pulang mahkota dan selempang juara. Tapi siapa yang pulang dengan karakter dan pribadi yang lebih kuat,” tegasnya.

Kini, sebagai Finalis Duta Siswa Jawa Timur 2025, Beby berkomitmen untuk berperan aktif di lingkungan sekitarnya.

Dia ingin menjadi teladan bagi rekan-rekan sebaya serta terlibat dalam program sosial. Termasuk pendampingan belajar bagi siswa yang membutuhkan.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jatim #Jawa Timur #duta siswa