RADARTUBAN - Penampilan bukan semata urusan estetika atau upaya mengejar standar kecantikan yang terus bergeser mengikuti tren mode.
Itulah pandangan Sikwa Dafica Indah Yuniarta tentang penampilan.
Menurut dia, lebih dari itu, penampilan dipahaminya sebagai investasi untuk membangun rasa percaya diri dalam lingkungan sosial.
Perempuan yang akrab disapa Caca ini menilai kerapian sebagai bentuk komunikasi nonverbal.
Cara seseorang berpakaian, menurut dia, kerap menjadi kesan awal dalam interaksi sehari-hari.
“Saat kita merasa pantas, suasana hati juga ikut naik. Dari hal itu kita jadi lebih berani mengekspresikan diri,” tuturnya.
Gadis asal Desa Belikanget, Kecamatan Tambakboyo itu menegaskan bahwa dirinya tidak menjadikan merek, harga, atau kemewahan busana sebagai prioritas utama. Kenyamanan justru menjadi prinsip dasar dalam memilih pakaian.
Prinsip tersebut tetap dia pegang di tengah derasnya arus referensi mode kekinian di media sosial.
Caca meyakini, pakaian yang nyaman akan memancarkan aura positif dan membuat penampilan terlihat segar serta enak dipandang.
Alih-alih larut dalam fenomena fear of missing out (FOMO), perempuan berusia 20 tahun ini memilih memadukan tren dengan kepribadian aslinya.
Baginya, gaya berpakaian yang khas merupakan bagian dari identitas diri agar tidak mudah terbawa arus tren sesaat.
“Rapi itu soal kebersihan, sedangkan cantik itu soal bagaimana kita membawa diri. Barang branded atau make up mahal buatku bukan penentu utama,” ujarnya.
Sebagai mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Caca memahami bahwa cara berpakaian juga mencerminkan bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya.
Penampilan yang tertata, menurut dia, berkelindan dengan sikap dan kepercayaan diri.
Alumni SMAN 1 Tambakboyo ini menilai, kunci memilih busana yang tepat terletak pada pemanfaatan basic items seperti kemeja polos, celana kulot, dan outer sederhana yang mudah dipadupadankan.
Warna-warna netral pun menjadi andalan agar tetap efisien sekaligus fleksibel untuk berbagai suasana.
“Fashion dan perawatan diri itu tidak harus mahal. Tapi fokus pada kebersihan wajah, kerapian rambut, dan memastikan pakaian sudah disetrika rapi sudah cukup untuk membangun citra diri yang positif,” ujar gadis Gemini ini.
Bagi Caca, konsistensi merawat diri dan menjaga kerapian merupakan cerminan kedisiplinan.
Dengan mengutamakan kebersihan dan kerapian, tampil memukau tidak harus selalu menguras biaya atau mengikuti tren yang tak berujung.
“Pakaian hanya sarana, sedangkan rasa percaya diri itu aksesori yang sesungguhnya dalam menunjang penampilan,” tandasnya. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama