Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fima Nursalnia Salma, Bukti Public Speaking Bisa Diasah Lewat Proses dan Latihan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05 WIB

 

Fima Nursalnia Salma.
Fima Nursalnia Salma.

RADARTUBAN - Kemampuan berbicara di depan umum seringkali dianggap sebagai bakat dari lahir.

Namun, bagi Fima Nursalnia Salma, keterampilan ini bukan sesuatu yang muncul secara instan, melainkan buah dari proses panjang dan disiplin yang sudah dipupuk sejak dini.

Ketertarikan Salma pada keterampilan public speaking diawali dari penampilannya di panggung kecil dalam lomba pidato dan puisi. Di situlah bakatnya mulai bekembang dan semakin diasah dengan partisipasinya dalam organisasi di tingkat sekolah.

‘’Mengikuti organisasi juga menjadi cara untuk mendukung keberanian public speaking, karena kegiatan ini juga membentuk karakter dan cara berbicara yang baik di depan semua orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dara asal Desa Sumurgung, Kecamatan Montong ini meyakini bahwa kemampuan berbicara di depan publik memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, cara seseorang berkomunikasi juga menjadi cerminan diri yang menunjukan kualitas intelektual dan karakter pribadi seseorang di mata publik.

Meski kini dirinya telah menggeluti bidang public speaking dengan lebih profesional dan sering tampil sebagai master of ceremoni dalam berbagai kegiatan di kampusnya, Salma mengaku masih menemui tantangan yang menuntutnya untuk terus beradaptasi dan belajar.

Bukan terletak pada banyaknya pasang mata audiens yang menaruh perhatian ketika dia berdiri di atas panggung, namun rasa tidak percaya diri, gugup, dan ketakutan terhadap kritik. Namun, hal tersebut bukan berarti tidak bisa diatasinya.

Persiapan matang menjadi kunci dari performa apik perempuan 22 tahun ini. Mulai dari rutin berlatih di depan cermin untuk mengontrol gestur dan bahasa tubuh, hingga teknik pernapasan dalam yang selalu dia lakukan untuk membantu mengurangi debaran jantung sebelum tampil.

‘’Aku menganggap audiens adalah teman sendiri agar tidak terlalu nervous. Saat mulai berbicara, gunakan tempo yang tenang dan usahakan hindari diksi yang terlalu berbelit agar tidak menyusahkan diri sendiri,” tutur dia, membeberkan tips sederhana yang sering dia terapkan.

Menurut mahasiswi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban ini, public speaking menjadi salah satu soft skill penting bagi generasi muda di era digital ini. Kemampuan ini dinilai tidak hanya berguna untuk pengembangan karier, namun juga untuk meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan komunikasi, hingga membantu melatih untuk berpikir kritis.

Gadis Capricorn ini menyebut, pembicara bukan sekadar mereka yang mahir merangkai dan menyampaikan kata, melainkan juga harus mampu menyelaraskan antara materi, suara, dan juga bahasa tubuh sebagai bentuk interaksi dengan audiens.

‘’Semua orang bisa melakukannya kalau ada niat belajar dan ingin terus belajar. Jangan pernah takut dengan kesalahan, karena kesalahan itu lah yang akan membantu untuk menjadi lebih baik ke depannya,” pungkas alumni MA NU 01 Mambaul Ulum Jenu ini.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #public speaking #montong #keterampilan