Fara Amelia, Peraih Golden Ticket Jalur OLF Gen 3 Universitas Negeri Malang: Buktikan Anak Desa Bisa Menjadi yang Terbaik di Level Nasional

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 18:07 WIB
Fara dalam balutan jaket OLF Universitas Negeri Malang. (FARA AMELIA UNTUK RADAR TUBAN)
Fara dalam balutan jaket OLF Universitas Negeri Malang. (FARA AMELIA UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Keterbatasan geografis tak menghalangi langkah Fara Amelia. Siswi SMAN 1 Grabagan itu membuktikan, jarak bukan penghambat untuk menembus persaingan nasional.

Dia berhasil mengamankan golden ticket program studi S-1 hukum di Universitas Negeri Malang.

Capaian tersebut bukan hasil keberuntungan semata. Fara telah menyusun strategi sejak awal menapaki bangku sekolah menengah atas. Dia menyadari, peluang masuk perguruan tinggi negeri tidak bisa bergantung pada satu jalur saja.

“Saya mulai menyusun perencanaan dengan menyeimbangkan akademik, lomba, dan juga organisasi. Tujuannya agar memiliki banyak alternatif masuk PTN baik melalui SNBP, SNBT, maupun jalur khusus,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban melalui panggilan telepon, Kamis (9/4) malam.

Baca Juga: Elle Fanning Curi Perhatian di Golden Globes 2026, Tampil Bak Sleeping Beauty di Karpet Merah

Sejak kelas X, Fara aktif di organisasi sekolah. Dia dipercaya menjadi wakil ketua OSIS. Selanjutnya, sebagai ketua OSIS saat kelas XI. Keterlibatannya tak berhenti di situ. Namanya juga tercatat dalam Himpunan Musyawarah OSIS Kabupaten Tuban dan Dewan Ambalan.

Di tingkat kabupaten, Fara turut mengikuti ajang Duta Anti Narkoba Kabupaten Tuban 2025. Dalam kompetisi tersebut, dia meraih juara 2 putri.

Meski aktif berorganisasi, prestasi akademiknya tetap terjaga. Selama tiga tahun, Fara konsisten berada di peringkat pertama kelas dan menjadi Top 1 Eligible di sekolahnya.

Kesempatan meraih golden ticket datang dari ajang Organization Leadership Festival (OLF) Gen 3 yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang. Informasi itu dia peroleh melalui media sosial.

“Awalnya OLF bukan target utama saya. Saat itu, fokus utama tetap SNBP dan SNBT. Tapi setelah saya pikir, kenapa tidak mencoba? Mungkin ini juga menjadi salah satu jalan yang disiapkan untuk saya,” katanya.

Proses seleksi berlangsung ketat. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia bersaing melalui tahapan administrasi hingga seleksi lanjutan.

Fara mengakui, tantangan tetap ada. Namun, dia menegaskan bahwa motivasi terbesarnya berasal dari keluarga. “Motivasi saya adalah orang tua. Saya tidak ingin melihat senyum mereka sirna begitu saja. Saya ingin melihat mereka terus tersenyum setiap hari di masa depan melalui pencapaian yang telah saya raih ini,” tuturnya.

Saat pengumuman, namanya tercantum sebagai penerima golden ticket. Capaian itu menunjukkan bahwa pelajar dari wilayah nonperkotaan tetap mampu bersaing di tingkat nasional.

Bagi Fara, keberhasilan ini bukan akhir. Dia memandang golden ticket sebagai tanggung jawab baru.

Baca Juga: SMAN 1 Grabagan Buktikan Daya Saing: Tembus PTN Naik 57 Persen dari Tahun Sebelumnya 

“Semua pencapaian ini bukan semata-mata dari hasil usaha saya saja. Tetapi juga berkat dukungan orang tua, guru, dan teman-teman saya. Menurut saya, kombinasi antara usaha, doa, dan keberanian merupakan faktor yang mengantarkan saya hingga di titik ini,” ujarnya.

Dia berharap dapat terus berbagi pengalaman kepada pelajar lain. Menurut dia, jalan menuju perguruan tinggi terbuka melalui berbagai jalur.

“Saya ingin terus berbagi pengalaman kepada teman-teman lain yang sedang berjuang. Bahwa, jalur menuju cita-cita itu banyak. Harapannya, saya tidak hanya berkembang secara pribadi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.(*/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
SMAN Grabagan ptn Universitas Negeri Malang