RADARTUBAN – Sosok Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, S.Tr.K, S.I.K, M.Si dikenal sebagai perwira muda dengan rekam jejak penugasan yang penuh tantangan.
Di usia 31 tahun, perwira yang akrab disapa Bobby ini telah menempuh berbagai medan tugas, mulai dari wilayah konflik di Papua hingga pengungkapan kasus kejahatan lintas negara.
Awal Karier: Lulus SMAN 3 Kota Malang, Lolos Akpol
Setelah lulus dari SMAN 3 Malang tahun 2013, tekadnya menjadi anggota Polri berjalan lancar.
Perwira kelahiran Kota Malang ini hanya sekali mendaftar Akademi Kepolisian (Akpol) dan langsung dinyatakan lolos, hingga akhirnya resmi lulus pada 2017.
Namun bukan hidup jika tanpa tantangan. Setelah lulus dari Akpol, Bobby baru memulai sebagian tantangan hidupnya.
Ditempa di Papua, Hadapi Situasi Memanas
Penempatan pertama Bobby dimulai di Mimika, Papua. Dia yang berpangkat Ipda itu mendapatkan jabatan sebagai Kanit Pidum Satreskrim Polres Mimika selama hampir satu tahun. Saat itu, situasi keamanan di wilayah tersebut sedang memanas.
Pengalaman di Papua menjadi salah satu fase yang membekas. Dia sempat terkejut ketika melihat kondisi kantor kepolisian yang rusak akibat tembakan.
“Pada saat awal berdinas langsung dihadapkan pada situasi Tembagapura yg memanas oleh serangan KKB menjelang bulan Desember 2017 pada saat itu,” menjadi gambaran awal yang dia hadapi saat bertugas di wilayah tersebut.
Tak lama berselang, Bobby mendapat promosi sebagai Kasatreskrim Polres Tolikara, Papua. Meski hanya enam bulan, jabatan tersebut menjadi bukti kepercayaan pimpinan terhadap kapasitasnya.
Bongkar Kasus Internasional di Mabes Polri
Karier Bobby terus menanjak. Sebagai pria berzodiak Virgo, Bobby dikenal detail dan disiplin—karakter yang tampak konsisten dalam perjalanan kariernya.
Hingga kemudian dimutasi sebagai Penyidik Dirtipidum Polri dan tergabung dalam Satgas TPPO Bareskrim Mabes Polri pada 2019–2021.
Dalam periode ini, perwira yang sekarang berpangkat balok tiga ini terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus besar. Salah satunya adalah perdagangan belasan Awak Buah Kapal (ABK) ke Korea Selatan.
Kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah diangkat oleh YouTuber asal Korea yang besar di Indonesia. Terungkap, perusahaan perikanan ilegal tersebut memberangkatkan pekerja migran Indonesia tidak sesuai prosedur atau ilegal dengan modus tidak memiliki izin resmi SIUPPAK (Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal), menerapkan jam kerja tidak manusiawi, dan praktik kekerasan terhadap para ABK.
Saat itu, belasan awak kapal berhasil diselamatkan dan dipulangkan ke Indonesia dengan kerjasama lintas sektoral dengan Kementerian terkait oleh Bobby bersama rekan kerjanya.
Selain itu, Bobby juga ikut membongkar praktik kawin kontrak lintas negara di kawasan Puncak, Bogor, yang melibatkan warga dari Maroko dan Arab.
Atas kinerjanya membongkar sejumlah kasus hingga viral tersebut, Bobby menerima berbagai penghargaan dari sejumlah pihak.
Antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), serta Kementerian Ketenagakerjaan.
Dia juga mendapat piagam penghargaan langsung dari dua Kabareskrim Mabes Polri yang saat itu dipimpin Komjen Pol. Idham Azis dan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.
Perkuat Kapasitas Akademik
Di tengah karier yang padat, Bobby tetap melanjutkan pendidikan.
Sesaat setelah menempuh Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dia kemudian melanjutkan studi S-2 Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia (UI).
Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kapasitas intelektual seiring pengalaman lapangan.
Ditugaskan di Wilayah Rawan Kriminalitas
Usai pendidikan, Bobby kembali mendapat penugasan lapangan sebagai Kapolsek Robatal, Sampang. Dia menjabat selama satu tahun tiga bulan.
Penempatan ini bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dikenal memiliki tingkat kriminalitas dan kasus narkoba yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan penanganan serius.
Setelah berhasil memiliki bekal pengalaman yang cukup, Bobby mendapat amanah untuk menjadi Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya.
Banyak kasus-kasus menonjol yang diungkap, seperti kasus pencurian modus pecah kaca, pencurian mobil pickup lintas daerah, pelaku curanmor di puluhan TKP, hingga pencurian bobol rumah kosong lintas propinsi.
Sebelum akhirnya kini dia mendapatkan promosi jabatan sebagai Kasatreskrim Polres Tuban sejak November 2025.
Membawa bekal pengalaman panjang dari berbagai daerah dan level penugasan, ditambah kombinasi pengalaman lapangan ekstrem, penanganan kasus besar, serta latar belakang akademik, menjadikannya salah satu perwira muda yang patut diperhitungkan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama