RADARTUBAN - Langkah pertama dalam sebuah kompetisi biasanya penuh keraguan.
Namun tidak bagi Dera Cahya Valentera. Siswa TK Plus Kartini Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu itu justru menjadikan jejak pertamanya tingkat kabupaten sebagai panggung kemenangan.
Bocah 6 tahun itu sukses meraih juara 1 jenjang TK B dalam event Lomba Coding Jawa Pos Radar Tuban.
Bagi banyak peserta, lomba pertama tingkat kabupaten adalah panggung untuk mengasah keterampilan sekaligus pengalaman.
Baca Juga: Konsistensi Sejak Dini, Raisya Raih Juara 2 Lomba Coding TK B Radar Tuban
Namun bagi Lentera—sapaan akrab Dera Cahya Valentera, pengalaman perdana itu justru malah menjadi lompatan besar.
Menghadapi atmosfer lomba dengan level yang kompetitif tak membuat Lentera gentar dan gugup.
Meski sebelumnya tak ada catatan prestasi mentereng, bocah kelahiran 2019 itu mampu menunjukan ketenangannya dalam menggoreskan krayon pada setiap petak lembar coding.
Waktu 90 menit dalam lomba tersebut dipergunakannya dengan sangat baik. Lentera hanya terpaku pada lembar gambarnya tanpa bergeming melihat peserta lainnya.
Proses sederhana dengan fokus dan ketenangan itu akhirnya mengantarkannya berdiri di podium tertinggi. Debut perdana di level kabupaten itu berujung juara sekaligus menjadi catatan manis yang tak pernah dilupakannya.
Wali Kelas Lentera, Dwi Millawati tidak menyangka anak didiknya bakal meraih predikat juara 1 pada ajang Lomba Coding Jawa Pos Radar Tuban kolaborasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Tuban.
‘’Meraih juara 1 itu melampaui ekspektasi kami. Anaknya sangat senang pastinya, dan akan semakin termotivasi untuk ikut lomba lainnya,’’ ungkap dia kepada wartawan koran ini.
Disampaikan Mila, kemenangan yang diraih anak didiknya itu sejalan dengan proses yang dilalui sebelum menapaki babak final. Lentera tak kenal lelah dalam mengasah kreativitasnya menjelang final yang berlangsung di Bravo Swalayan pada 25 April lalu.
‘’Alhamdulillah di babak penyisihan tingkat kecamatan, Lentera berhasil lolos enam besar kemudian menjadi wakil kecamatan di babak final,’’ terang dia.
Disinggung ihwal teknik khusus yang menjadi kunci kesuksesan Lentera, guru asal Desa Beji, Kecamatan Jenu itu menyebut tak ada teknik khusus yang diperagakan dalam lomba.
Baca Juga: Rutin Menggambar Sejak Dini, Nawa Raih Juara 3 Festival Coding Radar Tuban dan IGTKI
‘’Tidak ada teknik khusus, anak-anak hanya mempersiapkan alat dan teknik sesuai aturan yang telah ditentukan dalam lomba. Namun yang paling utama, anak-anak selalu berdoa sebelum dimulainya lomba,’’ tutur dia.
Diungkapkan oleh Mila, selain memiliki keterampilan dalam bidang menggambar dan mewarnai, di kegiatan sekolah, lentera juga menyukai aktivitas positif lainnya. “Anaknya juga menyukai kegiatan kreativitas lainnya seperti meronce, kolase, dan kegiatan lainnya,’’ pungkasnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama