RADARTUBAN - Di tengah rutinitas kerja dan kesibukan harian, siapa sangka dari hobi merakit robot Gundam mampu menyatukan lintas generasi hingga profesi di Kabupaten Tuban.
Mereka tergabung dalam komunitas Gunpla Base Tuban yang baru berdiri dan eksis sejak setahun terakhir.
Meja itu penuh potongan plastik kecil berserakan berwarna putih, merah, hingga beragam warna lainnya. Sekilas tampak seperti mainan anak-anak.
Namun siapa sangka, dari balik meja itulah sekelompok orang dewasa menemukan cara untuk sekadar bernostalgia dengan hobi di masa kecil, sekaligus menjadi sarana ruang kreatif.
Baca Juga: Hadapi Krisis Iklim, Jepang Rampungkan Tembok Raksasa Anti-Tsunami Sepanjang 396 Kilometer
Gunpla Base Tuban lahir dari sebuah ketidaksengajaan. Kisahnya dimulai dari pertemuan lima penggemar robot Gundam yang sama-sama merasa hobi mereka sebelumnya merasa sendirian.
Dari awal perjumpaan itu, lahirnya komunitas yang kini memiliki sekitar 37 anggota sesama penyuka action figure asal Jepang yang populer di tahun 90-an itu.
Ketua Komunitas Gunpla Base Tuban Aufar Gigals mengungkapkan, komunitas Gundam Tuban mulai dibentuk pada Desember 2025 lalu. Dia mengaku terkejut saat mencari member lewat media sosial. Sebab, penyuka robot gundam asal Kota Siwalan ternyata cukup besar.
‘’Bahkan banyak anggota asal Tuban yang saat ini berdomisili di luar daerah juga ikut bergabung, menariknya ada anggota komunitas luar daerah seperti Bojonegoro yang ikut menjadi anggota komunitas ini,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Aufar, dalam agenda rutinan pertemuan yang beberapa kali berlangsung, para anggota komunitas sering bertukar pengalaman soal teknik untuk memaksimalkan hasil Gundam, mulai dari perakitan sampai detailing agar tampilannya jadi lebih unik.
‘’Sering dianggap hobi ini sekadar mainan anak kecil. Padahal, di balik itu Gundam punya nilai kreativitas dan franchise seriesnya yang justru dinikmati berbagai kalangan,’’ tutur dia.
Pria asal Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban itu menilai dari komunitas yang dibangunnya itu bukan hanya menjadi hobi untuk menjadi kolektor Gundam, tapi menjadi ruang untuk belajar dan berkembang bersama.
Lebih lanjut, Aufar mengaku bahwa Komunitas Gunpla Base Tuban menjadi penyatu berbagai perbedaan mulai dari usia, pengalaman, hingga latar belakang profesi.
‘’Ada yang dari kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, hingga pejabat publik yang ketika duduk satu meja tanpa memandang perbedaan,’’ beber dia.
Disinggung ihwal biaya yang dikeluarkan dalam menekuni hobi merakit Gundam, Aufar menyebut, Gundam memiliki banyak pilihan dan bisa disesuaikan dengan budget masing-masing. Ada yang mulai dari kisaran ratusan ribu hingga puluhan juta tergantung kebutuhan dan hobi.
Baca Juga: Skuad Final Jepang untuk Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Banyak Pemain Eropa Dipanggil
Seperti dirinya yang diambil contoh, dari beragam jenis Gundam yang dikoleksi apabila ditaksir telah mencapai lebih dari Rp 8 juta. Aufar mengaku sering dianggap hobi yang dijalaninya itu merupakan hobi mahal oleh sebagian orang.
‘’Dunia Gundam itu bukan soal siapa yang paling mahal koleksinya, melainkan bagaimana setiap orang dapat menikmati proses merakit, merawat, dan mengoleksi sesuai kesenangan mereka masing-masing,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama