Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Azalea Lanika Wijaya, Juara 1 Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban Jenjang Kelas V: Sempat Gagal di Tahun Sebelumnya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:13 WIB
Azalea tampak bahagia ketika menunjukkan piala dan piagam kejuaraannya dalam ajang Lomba Literasi Numerasi 2026. (RADAR TUBAN)
Azalea tampak bahagia ketika menunjukkan piala dan piagam kejuaraannya dalam ajang Lomba Literasi Numerasi 2026. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Kegagalan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Bagi Azalea Lanika Wijaya, kekalahan dalam ajang serupa tahun lalu justru menjadi anak tangga yang mengantarkannya ke podium tertinggi.

Setelah memperbaiki kualitas diri, kali ini dia berhasil menyabet Juara 1 Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban jenjang kelas V.

ntonasi ceria dan bahagia masih terdengar jelas dari suara Azalea ketika dihubungi melalui sambungan telefon oleh Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (11/6) pagi.

Dia berhasil menjadi juara utama jenjang kelas V dalam ajang Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban 2026. Sebuah pencapaian membanggakan yang tak pernah dikira, terutama jika menengok kembali perjalanannya dalam ajang ini setahun lalu.

Baca Juga: Anindya Qotrunnada F, Juara 1 Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban Jenjang Kelas 4: Kalau Belajar Tidak Pernah Lama, tapi Tekun dan Konsisten

Baginya, panggung kompetisi ini sekaligus merupakan ruang pembuktian diri. Dia kembali mengingat saat masih duduk di bangku kelas IV lalu. Kala itu, dia pulang dengan tangan hampa. Langkahnya terhenti, kalah bersaing dalam ajang yang sama.

Namun, bagi anak yang gandrung pada matematika ini, kata menyerah tidak pernah ada dalam kamusnya. Kekalahan di masa lalu itu disebutnya sebagai fase belum beruntung. Tahun ini, takdir berpihak padanya setelah kerja keras dan ketekunannya dalam belajar dan memperbaiki diri.

‘’Sebenarnya aku tidak menyangka bisa dapat juara 1, karena tahun lalu saat kelas IV tidak dapat juara. Jadi memang senang sekali saat diumumkan dapat juara tertinggi,” katanya dengan nada yang begitu ceria dan antusias. 

Azalea menjadi salah satu murid cerdas yang berhasil mewakili sekolahnya di ajang tingkat kabupaten.

Di saat kebanyakan siswa langsung mengerutkan dahi dan ogah mengerjakan ketika dihadapkan dengan deretan soal literasi dan rumus-rumus numerik, mata Azalea justru berbinar. 

Siswi cerdas dari SD Bina Anak Soleh ini begitu senang ketika dihadapkan dengan berbagai soal pelajaran, khususnya matematika yang sering dianggap momok oleh peserta didik.

Kecintaan terhadap kegiatan belajar dan keinginan untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya itulah yang mengantarkannya mengukir prestasi gemilang. Sebuah pencapaian yang membayar rasa kecewanya di tahun lalu.

‘’Soalnya lumayan mudah. Aku menyelesaikan semuanya, khususnya yang matematika karena aku suka berhitung dan menurutku mudah kalau paham rumusnya,” lanjutnya.

Menariknya, ucapan kemudahan dalam mengerjakan itu tidak dibarengi dengan ritual belajar yang padat menjelang lomba. Kunci sukses bocah 11 tahun ini justru terletak pada konsistensi dan kenyamanan dalam belajar. Dia tidak mengurung diri seharian demi memahami soal literasi dan menghafal rumus.

‘’Persiapannya tidak banyak-banyak. Hanya belajar seperti biasa saja di sekolah dan di tempat les,” katanya dengan polos.

Baca Juga: Nanda Galih Prasetyo, Juara 1 Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban Jenjang Kelas 3: Jadi Bukti Bahwa Siswa dari Desa Juga Berprestasi

Azalea mengaku, setiap hari dirinya membagi waktu sekitar satu setengah jam untuk belajar dan mengulas materi di tempat les.

Selebihnya, dia tetaplah anak-anak yang membutuhkan ruang untuk bermain. Selepas belajar, dia menghabiskan waktu untuk rehat sejenak. 

Disamping itu, ketika mendapati tugas yang menurutnya sulit dan materi yang belum dia pahami, Azalea memilih untuk berdiskusi dengan orang tuanya atau secara mandiri mencari jawaban melalui internet.

‘’Meski lebih suka matematika, aku juga tetap belajar pelajaran yang lain. Karena ada soal literasi, jadi juga harus bersiap dengan pelajaran bahasa indonesia atau yang lainnya,” katanya lugu.

Ketekunan dan konsistensi itu yang berhasil membawanya menyelesaikan 30 soal high order thinking skills yang disajikan saat babak final Literasi Numerasi dan mendapatkan skor akhir 141.

Ketekunan, kecerdasan, dan keberhasilan Azalea ini diakui oleh Kepala Sekolah Dasar Bina Anak Soleh Yulaikah. Dia menyebut, di sekolah, sosok Azalea memang anak yang aktif dan cerdas di dalam proses pembelajaran.

‘’Azalea kalau di sekolah sangat luar biasa. Dia punya kelebihan mencolok di bidang matematika, bahkan dia sering berpartisipasi dalam berbagai lomba. Salah satunya OSN bidang matematika,” ungkapnya.

Di sekolah, Yulaikah melanjutkan, tidak ada persiapan khusus yang disiapkan untuk mengantarkan Azalea ke puncak podium.

Namun, dalam keseharian pembelajaran yang diterapkannya, penguatan literasi dan numerasi sudah menjadi hal lumrah yang diterima oleh peserta didik sehingga Azalea maupun murid lain sudah terbiasa dengan soal-soal literasi numerasi. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #dinas pendidikan #lomba literasi numerasi