Abdullah Fitim Jadi Winner Cung Tuban 2026, Bawa Gagasan Wisata Sehat untuk Anak Muda

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Fitim bersama dengan keluarga besarnya setelah menerima piala dan piagam Cung Tuban 2026. (ABDULLAH FITIM UNTUK RADAR TUBAN)
Fitim bersama dengan keluarga besarnya setelah menerima piala dan piagam Cung Tuban 2026. (ABDULLAH FITIM UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN- Menyandang gelar sebagai Winner Cung Tuban 2026 tidak lantas membuat Abdullah Fitim berpuas diri dalam selebrasi kemenangan. Lebih dari pelengkap prestasi, mahkota kemenangan tersebut dia selaraskan dengan aksi nyata melalui gagasan program kerja inovatif bertajuk FITNESS.

Fitim menyadari betul bahwa amanah sebagai Duta Wisata Kabupaten Tuban membawa tanggung jawab besar terhadap pengembangan potensi daerah.

Melalui gagasan FITNESS yang merupakan akronim dari Fitim Awareness, dia ingin mengusung gerakan wisata sehat yang memadukan antara aktivitas fisik, edukasi pola hidup positif, dan eksplorasi berbagai destinasi unggulan Bumi Ronggolawe. 

"Gelar Cung Tuban ini adalah amanah besar. Saya tidak ingin berhenti di selebrasi saja, tapi juga harus ada kontribusi nyata. Saya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mengenali dan mempromosikan keindahan destinasi wisata di Tuban dengan cara yang lebih segar,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (29/7).

Komitmen yang ditunjukkan pemuda asal Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban ini berakar dari proses seleksi panjang dan penuh pembelajaran.

Baca Juga: Kisah Lefhia Ayu Adinda: Anak Petani Tuban yang Buka Les Rp 2 Ribu untuk Kuliah di Universitas Brawijaya

Berawal dari dorongan salah seorang gurunya di sekolah, Fitim bertekad mendaftarkan dirinya pada 1 Mei lalu untuk mengikuti ajang Cung Ndhuk Kabupaten Tuban 2026. Ketika itu, dia tidak memasang target capaian yang tinggi. Hanya berniat untuk menambah pengalamannya saja. 

Namun, mengarungi kompetisi yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai penjuru daerah di Tuban bukan perkara instan. Seleksi demi seleksi mereduksi para pesaingnya hingga menjadi 26 calon Cung dan 30 calon Ndhuk di babak semifinal. Pada tahap ini, jajaran dewan juri menguji secara mendalam yang kemudian membentuk mentalitas dan ketajaman berpikirnya.

Mulai dari uji wawasan pariwisata, uji bakat, public speaking, hingga psikologi dia lewati dengan tekun hingga akhirnya sukses melenggang ke babak sepuluh pasang finalis. Menariknya, di tengah atmosfer persaingan yang begitu ketat dengan rival yang tak kalah berbakat, pelajar SMAN 4 Tuban ini enggan membiarkan dirinya diliputi rasa minder dan rendah diri.

"Sejujurnya, selama seleksi ajang Cung Nduk ini saya tidak merasa minder sedikit pun. Justru, saya melihat peserta lain yang berprestasi sebagai pelecut motivasi untuk terus belajar,’’ tuturnya. 

Dia yakin kalau setiap orang memiliki kelebihannya sendiri. Karena itu, Fitim memilih fokus memberikan yang terbaik daripada membandingkan diri.

Selama hampir tiga bulan berproses terhitung sejak awal Mei menuntut pengorbanan yang tidak sedikit. Waktu bersantai, jam berkumpul dengan teman-temannya, hingga waktu tidur harus tersita demi agenda pembekalan yang padat, persiapan mandiri, serta latihan intensif.

Kendati demikian, disiplin tinggi dan tekad pantang menyerah membuat pemuda 18 tahun ini tetap konsisten menata dan membagi waktu antara kewajibannya sebagai seorang murid dan juga proses seleksi.

‘’Bagi saya, setiap pengorbanan yang dilakukan merupakan bagian dari proses menuju hasil yang saya impikan,” tuturnya mengenang kembali proses dan perjalanannya kala itu.

Persiapan fisik dan mental yang paling dia fokuskan selama seleksi adalah memperdalam teknik public speaking serta menyerap sebanyak mungkin pengetahuan tentang potensi kepariwisataan di Tuban. Bukan hanya sekadar formalitas untuk mengikuti seleksi, latihan yang konsisten tersebut bahkan membawa perubahan dalam pola pikirnya terhadap kondisi pariwisata daerah.

Baca Juga: Modal Nekat Tanpa Pelatih, Muhammad Miftakhussurur Raih Runner Up 3 Duta Pustaka Jawa Timur 2026

Sebelumnya, dia merasa kurang terbiasa menganalisis permasalahan dari berbagai sukut pandang. Namun, selama pembekalan, Fitim belajar banyak untuk berpikir kritis dan mencari solusi atas isu pariwisata daerah. 

Rangkaian perjuangan yang menguras energi itu kemudian terbayar lunas pada malam puncak Grand Final di Taman Abhipraya Tuban, Sabtu (25/7). Pemuda lulusan SMPN 3 Tuban ini mencapai titik tertinggi.

Kendati berhasil menyisihkan para pesaingnya yang juga memiliki potensi yang luar biasa, Fitim melangkah ke malam final tanpa membawa beban target kemenangan. Niat utamanya murni ingin menampilkan yang terbaik dari kemampuannya. Karena itulah, momen ketika namanya disebut sebagai pemenang Cung Tuban terasa begitu mengharukan.

"Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Karena semua usaha, doa, dan perjuangan selama proses seleksi akhirnya terbayarkan dengan hasil yang sangat membahagiakan,” katanya yang merasa lega. 

Sebelum menutup perbincangan, Cung Tuban 2026 ini memberikan pesan mendalam kepada generasi muda Tuban agar tak ragu mengasah potensi diri dan mencoba berbagai kesempatan bergabung dalam kegiatan positif.

"Jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan ragu mendaftar berbagai ajang hanya karena merasa belum sempurna. Setiap proses adalah ruang terbaik untuk belajar dan berkembang. Karena keberanian untuk memulai adalah langkah pertama untuk mencetak berbagai prestasi,” pungkasnya bijaksana. (*/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Cung Tuban Abdullah Fitim FITNESS wisata sehat Tuban