RADARTUBAN – Seragam Pramuka bagi Dirga Arsakha Xavier Al Khwarizmi Lis Wahono bukan sekadar pakaian untuk dikenakan saat kegiatan sekolah.
Di balik seragam itu, tersimpan pengalaman, tanggung jawab, persahabatan, sekaligus proses panjang yang membentuk karakternya.
Siswa SMPN 1 Plumpang, Kabupaten Tuban, yang akrab disapa Dirga tersebut menjadi salah satu dari 32 anggota Pramuka yang dikirim mewakili Kwartir Cabang (Kwarcab) Tuban dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII di Cibubur, Jakarta.
Bagi Dirga, menjadi bagian dari kontingen Tuban bukan sekadar kesempatan untuk pergi ke Jakarta. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan. Dia dipercaya sebagai pemimpin regu kontingen Kwarcab Tuban dalam ajang pramuka tingkat nasional tersebut.
Tanggung jawab itu tentu tidak datang begitu saja.
Sejak kecil, Dirga sudah akrab dengan kegiatan kepramukaan. Bahkan, kecintaannya terhadap Pramuka telah tumbuh sejak usianya sekitar lima tahun.
"Karena dari kecil sering ikut kegiatan kepramukaan, dari umur lima tahun," demikian salah satu alasan Dirga mengapa dirinya menyukai Pramuka.
Bagi Dirga, Pramuka memberikan banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.
Ada keterampilan yang diasah, karakter yang dibentuk, serta pengalaman bekerja sama dengan orang lain.
Menurutnya, Pramuka menjadi tempat untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperkuat karakter.
Namun, ada satu alasan lain yang disampaikan Dirga dengan gaya santai.
"Figur ayah, hehehe," ujarnya.
Pengaruh sang ayah menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Dirga mengenal dunia kepramukaan.
Sulung dari pasangan Subekti Wahono dan Pinkan Lis Permatasari ini mengatakan, kecintaannya terhadap Pramuka semakin tumbuh hingga kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.
Bukan Sekadar Anggota Pramuka
Di SMPN 1 Plumpang, Dirga tidak hanya aktif sebagai anggota Pramuka.
Dia dipercaya menjadi Ketua Dewan Galang Gugusdepan Tuban 18107 SMP Negeri 1 Plumpang. Posisi tersebut membuatnya terbiasa memimpin, berkoordinasi, sekaligus bertanggung jawab terhadap kegiatan kepramukaan di sekolah.
Pengalaman kepemimpinannya juga semakin lengkap karena Dirga dipercaya menjadi Ketua Regu Pramuka Garuda dalam Perkemahan Pramuka Garuda Jawa Timur.
Di lingkungan sekolah, dia juga dipercaya sebagai Sekretaris OSIS SMPN 1 Plumpang.
Berbagai peran tersebut membuat kesehariannya tidak jauh dari kegiatan organisasi, kepemimpinan, dan aktivitas yang menuntut kemampuan bekerja sama.
Menjadi pemimpin, bagi Dirga, bukan hanya soal berada di depan. Ada tanggung jawab untuk memastikan anggota regu dapat berjalan bersama.
Pengalaman itulah yang kemudian menjadi bekal ketika ia dipercaya memimpin regu kontingen Kwarcab Tuban di Jamnas XII Cibubur.
Pramuka dan Literasi
Aktivitas Dirga tidak berhenti di dunia kepramukaan. Dia juga dipercaya sebagai Duta Literasi Kabupaten Tuban, sebagai perwakilan sekolahnya.
Peran tersebut memperlihatkan sisi lain dari dirinya sebagai pelajar yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki perhatian terhadap dunia literasi.
Pramuka, organisasi sekolah, dan literasi menjadi bagian yang saling melengkapi dalam perjalanan Dirga.
Dari Pramuka, dia belajar keterampilan dan karakter. Dari organisasi, ia belajar memimpin dan bekerja sama. Sementara dari literasi, ia mendapat ruang untuk memperluas wawasan.
Baca Juga: Salma Gita Rahmawati, Belajar Percaya Diri dan Bertahan Hidup dari Pramuka
Tak Hanya di Lapangan Pramuka
Di luar kegiatan organisasi dan kepramukaan, Dirga juga memiliki ketertarikan pada olahraga. Terutama sepak bola dan bola voli.
Bahkan, kemampuannya di bola voli telah mengantarkannya meraih juara III bola voli tingkat Kabupaten Tuban.
Aktivitas olahraga menjadi pelengkap kesehariannya sebagai pelajar. Jika Pramuka mengajarinya disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan, olahraga mengajarkannya tentang kerja keras, kekompakan, dan semangat untuk terus berkembang.
Dua dunia itu sama-sama membutuhkan ketekunan.
Dan bagi Dirga, keduanya bisa berjalan beriringan dengan aktivitas sekolah dan organisasi.
Menatap Masa Depan
Seluruh pengalamannya itu dijadikan bekal menggapai impian sebagai polisi.
Cita-cita tersebut tentu masih panjang jalannya. Namun, pengalaman yang diperolehnya sejak dini menjadi modal untuk mempersiapkan diri.
Kepemimpinan di Pramuka, pengalaman organisasi di sekolah, kegiatan literasi, hingga olahraga menjadi ruang bagi Dirga untuk membangun karakter.
Perjalanan di Pramuka pun memberikan pengalaman berharga yang tidak hanya akan dikenangnya sebagai kegiatan saat masih duduk di bangku SMP.
Bagi Dirga, Pramuka telah menjadi bagian dari proses tumbuhnya.
Dari anak yang sejak usia lima tahun mulai mengenal kegiatan kepramukaan, kini ia dipercaya memimpin regu kontingen Tuban di panggung nasional.
Dari kegiatan di sekolah, ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Dewan Galang, Ketua Regu Pramuka Garuda Jawa Timur, Sekretaris OSIS, sekaligus Duta Literasi Kabupaten Tuban.
Langkahnya masih panjang. Namun satu hal sudah terlihat: Dirga sedang belajar menjadi pemimpin dari banyak pengalaman kecil yang dia jalani hari ini.
Dan kelak, ketika cita-citanya menjadi polisi benar-benar terwujud, pengalaman dari Pramuka mungkin akan menjadi salah satu cerita yang paling ia ingat tentang bagaimana dirinya belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan berani memimpin sejak usia muda. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban