Siap Unjuk Gigi di Bahlil Mini Soccer, Skuad Smada Tuban Bidik Level Kompetisi Lebih Tinggi

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:46 WIB
Skuad SMAN 2 Siap Berlaga di Bahlil Mini Soccer. (M. Reyya Untuk Radar Tuban)
Skuad SMAN 2 Siap Berlaga di Bahlil Mini Soccer. (M. Reyya Untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN – Ketika bel sekolah berbunyi menandakan berakhirnya jam pelajaran, sebagian besar pelajar bergegas pulang untuk beristirahat. Namun, bagi belasan siswa SMAN 2 Tuban, perjuangan justru baru saja dimulai. 

Deru napas terengah-engah dan keringat yang membasahi jersey latihan telah menjadi pemandangan karib di sore hari bagi skuad dari Smada, terlebih jelang laga pertama pertandingan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak, Senin (14/9) mendatang. 

Baca Juga: Usung Target Juara, Lima Tim Pelajar Tuban Semangat Ikuti Technical Meeting Bahlil Mini Soccer

Menghadapi turnamen Bahlil Cup yang kian dekat, persiapan yang dilakukan skuad Smada terbilang singkat dan penuh tantangan. 

Pelatih skuad Smada M. Reyya harus memutar otak untuk menggembleng anak-anak asuhnya di waktu yang terbatas ini. 

Menyeimbangkan Akademik dan Persiapan Bahlil Mini Soccer

Di tengah padatnya jadwal akademik, terutama bagi siswa kelas XII yang disibukkan dengan bimbingan belajar (bimbel) menghadapi ujian akhir, jadwal latihan harus dirancang sepresisi mungkin.

Latihan intensif khusus Bahlil Cup hanya bisa diselipkan dua hingga tiga kali dalam seminggu, tepat setelah jam sekolah usai sekitar pukul 15.30 WIB. 

Tanpa mengurangi hak belajar siswa, latihan baru dimulai pukul 16.00 WIB dan sering kali baru berakhir saat azan Magrib berkumandang.

"Bimbel kan setiap hari untuk anak-anak kelas XII itu. Jadi saya ambil beberapa hari untuk latihan. Anak-anak kalau enggak latihan juga tetap bimbel," tuturnya menjelaskan kompromi antara akademik dan olahraga yang dilakoni anak asuhnya, Kamis (10/9).

Terkait penyelarasan waktu, Reyya memastikan tak ada lagi kendala berarti. Seluruh pemain telah mampu membagi fokus dan menyeleraskan ritme antara porsi latihan dengan tanggung jawab akademik mereka di sekolah.

Terkendala Fasilitas Lapangan, Skuad Smada Tetap Bidik Gelar Juara

Hambatan justru membentang pada ketersediaan fasilitas. Ketiadaan lapangan permanen memaksa skuad Smada harus berpindah-pindah lokasi latihan.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, mereka terpaksa memanfaatkan area sekolah seadanya hingga menyewa Lapangan Lokajaya.

"Kendala utamanya memang di lapangan. Ya kadang latihan di sekolah, kadang latihan di Lokajaya. Kalau harusnya mini soccer kan ada kriterianya khusus untuk lapangan, berhubung fasilitasnya enggak bisa dikhususkan, apa adanya saja lah latihannya," lanjutnya.

Dalam gelaran Bahlil Mini Soccer ini, Reya memboyong 17 pemain dan memadukan kombinasi dari lintas generasi kelas X, XI, hingga XII. 

Menyatukan kedalaman skuad dari latar belakang usia dan kesibukan yang berbeda bukanlah perkara mudah. 

Kendati demikian, dukungan penuh dari pihak sekolah dan para guru menjadi bahan bakar moral yang sangat berarti bagi tim. 

Tidak ada sekat atau keluhan dari pihak sekolah, semua elemen padu memberikan restu selama jam pelajaran utama tak terganggu.

Berdasarkan hasil pengundian (drawing), langkah awal tim Smada di laga perdana Bahlil Mini Soccer akan langsung bertanding melawan tim dari SMA 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro.

Meski harus membedah peta kekuatan lawan yang tak bisa dipandang sebelah mata, nada optimisme tetap menggema kuat dari sang juru taktik. 

Reyya menegaskan, target tim tidak bergeser sedikit pun dalam Bahlil Cup untuk menembus babak final dan keluar sebagai juara Zona 5 Bojonegoro-Tuban.

Harapan Besar Tembus Panggung Nasional dan Level Kompetisi Baru

Namun, di balik bidikan piala dan gelar juara, ada mimpi yang jauh lebih besar dan menyentuh sisi kemanusiaan dari anak-anak Tuban ini. 

Reyya menaruh harapan besar agar ajang ini menjadi batu lompatan bagi masa depan murid-muridnya.

Bagi mereka, berlaga di level lokal seperti Tuban, Bojonegoro, atau Lamongan sudah menjadi hal biasa. 

Murni dari lubuk hati terdalam, Reyya ingin anak-anak asuhnya bisa berkesempatan mengepakkan sayap ke level yang lebih tinggi, seperti Surabaya hingga panggung nasional.

"Harapan saya, anak-anak bisa melaju ke jenjang yang lebih tinggi. Supaya mereka bisa mencoba level baru dan melangkah lebih jauh," pungkasnya dengan nada penuh harap. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
Bahlil Mini Soccer zona 5 bojonegoro - tuban bahlil cup Smada