RADARTUBAN – Temaram sinar matahari sore di Tuban mulai meredup ketika sekelompok pelajar SMAN 1 Tuban ber-jersey olahraga memadati area latihan.
Di bawah arahan Ahmad Mustaqfirin sebagai pelatih, belasan remaja ini sedang menjahit asa untuk berlaga di turnamen perdana Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak, Senin (14/9) mendatang.
Perjuangan skuad Smansa sejatinya tak jauh berbeda dengan tim lain dari Tuban Kota yang dipenuhi keterbatasan dalam persiapan di ajang Bahlil Mini Soccer ini.
Baca Juga: Rangkul Anak Muda lewat Bahlil Mini Soccer, Golkar Jatim Bidik Jadi Agenda Rutin
Siasati Keterbatasan Lapangan dan Tambah Porsi Latihan
Di Tuban, fasilitas sarana olahraga mini soccer yang representatif hingga kini masih menjadi barang langka.
Demi menyiasati keadaan, Mus sapaan akrabnya, terpaksa memboyong anak-anak asuhnya berlatih di atas lantai lapangan futsal yang berukuran jauh lebih sempit.
Kondisi ini sejatinya kurang ideal untuk mengasah taktik dan mengukur ritme permainan mini soccer yang membutuhkan area lebih luas.
Ketiadaan lapangan standar memaksa tim mengoptimalkan sarana seadanya demi menjaga kedalaman skuad.
Kondisi tersebut menuntut adaptasi ekstra. Beruntung, akar permainan skuad Smansa berangkat dari ekstrakurikuler futsal yang sudah berjalan aktif di sekolah. Fondasi teknik dasar itulah yang kemudian dipoles dan ditransformasikan menjadi strategi mini soccer.
Pasca-pengundian (drawing) di Bojonegoro, Jumat (4/9) lalu, porsi latihan pun digenjot. Saban sore mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang maghrib mereka terus mengasah taktik mempersiapkan diri dalam turnamen Bahlil Mini Soccer ini.
Frekuensi yang semula hanya dua kali sepekan dirombak menjadi tiga hingga empat kali pertemuan, ditambah dengan sesi laga uji coba atau sparing melawan sekolah-sekolah sepadan demi mengasah mental bertanding.
Berikan Penawaran Terbuka untuk Siswa Tingkat Akhir
Tantangan tak berhenti pada urusan fasilitas. Mus juga harus memutar otak untuk menyusun strategi dan memperdalam ketangguhan skuad Smansa, terlebih saat melibatkan siswa tingkat akhir dalam turnamen bergengsi ini.
Melibatkan siswa kelas XII dalam tim bukan perkara sederhana, mengingat fokus mereka tengah tercurah sepenuhnya pada agenda akademik dan persiapan kelulusan.
Alih-alih memaksakan kehendak, pelatih ini memilih pendekatan yang humanis dan persuasif. Sekolah tidak memaksakan keikutsertaan para siswa tersebut dalam ajang Bahlil Mini Soccer, melainkan memberikan penawaran terbuka.
Kesempatan bergabung tetap terbuka lebar selama para siswa mampu membagi waktu secara bijak antara kewajiban belajar di kelas dan porsi latihan di luar jam sekolah.
Lakoni Derbi Tuban dan Patok Target Juara
Ujian sesungguhnya telah menanti di depan mata. Berdasarkan hasil drawing, Smansa harus melakoni derbi lokal pada pertandingan perdana dengan berhadapan langsung dengan sesama wakil Tuban, SMAN 4 Tuban.
Kendati harus langsung menjajal kekuatan tetangga sendiri di laga pembuka, Mus memastikan skuad Smansa siap tampil maksimal.
Daya juang yang menggebu tersebut dibarengi dengan patokan target yang tinggi. Mus menggantungkan asa besar agar anak-anak asuhnya sanggup berbicara banyak hingga partai puncak.
"Untuk targetnya insya Allah semoga saja bisa lolos sampai putaran final. Berarti kalau lolos putaran final kan menjuarai zona 5 Lamongan, Tuban, Bojonegoro. Insya Allah, semoga," pungkas Mus penuh harap. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban