Demi Gelora Bahlil Mini Soccer, Siswa SMAN Soko Rela Gembleng Fisik hingga Magrib  

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 06:10 WIB
Skuad SMAN Soko siap bertanding dalam Bahlil Mini Soccer. (Sahmuda untuk Radar Tuban)
Skuad SMAN Soko siap bertanding dalam Bahlil Mini Soccer. (Sahmuda untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Sesi gemblengan fisik dan pengasahan taktik intensif sebanyak empat kali dalam seminggu kini menjadi makanan harian skuad SMAN Soko jelang turnamen perdana Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak. 

Sejak sesi pengundian (drawing) bergulir di Bojonegoro untuk Zona 5, pelatih SMAN 1 Soko, Samuda, langsung tancap gas melatih 17 pemain terbaik hasil kolaborasi ekstrakurikuler futsal dan sepak bola. 

Persiapan matang yang sejatinya telah dirajut sejak ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tuban itu kini makin digembleng demi berpartisipasi dalam Bahlil Mini Soccer pada Senin (14/9).

Baca Juga: Usung Target Juara, Lima Tim Pelajar Tuban Semangat Ikuti Technical Meeting Bahlil Mini Soccer

Siasati Jadwal Latihan dan Lapangan

Namun, persiapan intensif tersebut tak melenggang tanpa hambatan.

Muda sapaannya harus memutar otak menghadapi dua kendala sekaligus, yakni keterbatasan fasilitas lapangan serta bentroknya jadwal latihan dengan kelas sore akibat proyek revitalisasi gedung sekolah. 

“Kendalanya kadang anak-anak yang masuk latihan ada yang terlambat karena ikut kelas sore. Sekolah kami sedang ada program revitalisasi gedung, jadi masuknya terbagi pagi dan sore,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (11/9).

Ketiadaan lapangan mini soccer yang representatif di kawasan Tuban memaksa tim berlatih di lapangan sepak bola konvensional Desa Prambontergayan, Kecamatan Soko. 

Di saat yang sama, para siswa yang mendapat giliran masuk sekolah sore tak jarang datang terlambat ke lokasi latihan.

Guna menyiasati kondisi tersebut, Muda memilih kompromi yang fleksibel. Waktu mengolah si kulit bundar pun kerap diperpanjang hingga mendekati azan Magrib.

Tujuannya, agar seluruh pemain, baik dari kelas pagi maupun sore tetap mendapatkan porsi materi dan penyesuaian taktik yang optimal.

“Solusinya, waktu latihan kami perpanjang mulai jam 15.30 sampai hampir jam 17.30 WIB," lanjutnya.

Usung Target Final Sekaligu Tiket ke Surabaya

Dengan memanfaatkan lapangan sepak bola seadanya dan penyesuaian jam latihan tersebut, gemblengan difokuskan pada penyelarasan teknik dasar serta ketahanan fisik. 

Hal ini dilakukan agar 17 pemain pilihan siap melakoni duel melawan SMAN 1 Lamongan di laga perdana Bahlil Mini Soccer.

Muda menekankan, bahwa mentalitas bertanding sangat penting agar anak asuhnya mampu tampil lepas dan menikmati permainan.

Target tinggi pun tetap dipancang, yakni melenggang ke babak final hingga mengamankan tiket ke putaran selanjutnya di Kota Pahlawan.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, guru Olahraga SMAN Soko ini juga melihat ajang mini soccer ini sebagai panggung penting pembinaan bakat generasi muda di daerah.

"Harapan saya kompetisi seperti Bahlil Mini Soccer ini kalau bisa diadakan rutin setahun sekali. Olahraga ini masih baru, lewat ajang inilah bakat-bakat anak muda bisa terus terasah," pungkas Muda penuh harap. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
Bahlil Mini Soccer asyik menuju puncak Tuban sman soko