Bukan Sekadar Gowes, Kiki Nikmati Sudut Kota Tuban sambil Berburu Spot Foto

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 16:37 WIB
Kiki menikmati jalanan kota sambil mengayuh fixie kesayangannya, dan tidak lupa berhenti sejenak ketika ada spot foto menarik. (KIKI ARIANTI ELHANA UNTUK RADAR TUBAN)
Kiki menikmati jalanan kota sambil mengayuh fixie kesayangannya, dan tidak lupa berhenti sejenak ketika ada spot foto menarik. (KIKI ARIANTI ELHANA UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Bersepeda tidak selalu tentang olahraga atau mengejar jarak tempuh. Bagi Kiki Arianti Elhana, 29, mengayuh sepeda menjadi cara sederhana untuk menikmati suasana kota sekaligus menemukan sudut-sudut menarik yang kerap luput dari perhatian.

Pesepeda asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, itu memanfaatkan akhir pekan untuk berkeliling perkotaan dengan sepeda fixie kesayangannya. Tujuannya tidak selalu tempat-tempat yang sudah populer, seperti Alun-Alun Tuban, GOR Rangga Jaya Anoraga, atau Tuban Abirama.

Justru sudut kota yang belum banyak dilirik menjadi daya tarik tersendiri. Kiki, panggilan akrabnya, biasanya bersepeda bersama teman atau pasangannya. Perjalanan bisa berhenti kapan saja ketika dia menemukan tempat yang dianggap menarik. Ponsel menjadi kamera sederhana untuk mengabadikan momen.

‘’Saya paling suka kalau ada tanaman hias di tembok. Biasanya langsung suka jadi tempat berfoto,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Bersepeda Terbukti Turunkan Risiko Demensia: Volume Hippocampus Meningkat

Salah satu lokasi favoritnya adalah zebra cross di Jalan RE Martadinata, tepatnya di utara Tuban Abirama. Lokasi tersebut sempat ramai di media sosial karena suasananya dinilai menyerupai jalanan di Jepang.

Garis-garis zebra cross yang berpadu dengan lanskap Laut Jawa membuat tempat itu menarik dijadikan latar foto. Bagi Kiki, menemukan spot seperti itu menjadi bagian yang membuat perjalanan dengan sepeda terasa lebih menyenangkan. Setiap kayuhan seolah membawanya menemukan tempat baru.

Kiki mulai rutin bersepeda sejak sekitar Mei lalu. Selain untuk berolahraga, aktivitas tersebut dipilih sebagai cara mengisi waktu dengan kegiatan yang menyenangkan.

Ada satu kebiasaan lain yang turut melengkapi ritual bersepedanya. Setelah berkeliling pada pagi hari, perjalanan biasanya ditutup dengan menikmati kopi. ‘’Selain itu kalau pagi setelah berkeliling ditutup dengan ngopag (ngopi pagi) di kafe yang sudah buka,’’ imbuhnya.

Pilihan fixie juga disesuaikan dengan karakter perjalanan Kiki. Sepeda jenis ini dinilai lebih cocok digunakan untuk menyusuri jalanan perkotaan. Bentuknya minimalis dan ramping, sekaligus cukup populer di kalangan anak muda. ‘’Memang fixie ini tidak bisa seperti MTB yang bisa ke pegunungan. Jadi lebih cocok untuk jalanan kota,’’ ujar pemilik usaha kuliner itu.

Meski beberapa kali bersepeda bersama teman, Kiki memilih tidak bergabung dengan komunitas sepeda. Sejumlah ajakan untuk bergabung sebenarnya sudah diterimanya. Namun, untuk saat ini, dia lebih menikmati bersepeda dengan caranya sendiri.

Bagi Kiki, tidak ada target jarak atau keharusan mencapai tempat tertentu. Cukup mengayuh, menikmati suasana kota, menemukan sudut menarik, lalu sesekali berhenti untuk mengabadikannya. ‘’Sebenarnya banyak yang mengajak bergabung, tapi saya lebih suka bersepeda sendiri saja,’’ pungkasnya. (fud/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Radar Tuban
foto bersepeda kamera