Dies Natalis ke-17 dan Grand Launching Sekolah Berbasis Safety SMKN 3 Tuban
RADAR TUBAN – SMKN 3 Tuban merayakan Dies Natalis ke-17 dengan meluncurkan Grand Launching Sekolah Berbasis Safety, sekaligus mengukuhkan sebagai lembaga pendidikan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki standar safety atau keamanan dalam implementasi kerja.
Puncak Dies Natalis ke-17 SMKN 3 Tuban itu dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (26/9) dengan tema Meningkatkan Kreativitas, Inovasi, dan Daya Saing Global.
Turut hadir dalam grand launching tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro–Tuban Adi Prayitno, segenap civitas akademi kavokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, serta perwakilan dari dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), antara lain Pertamina Rosneft, SIG, dan UTSG.
Juga turut hadir Pemkab Tuban yang diwakili Dinas Tenaga Kerja dan Camat Merakurak.
Kepala SMKN 3 Tuban Sholahuddin ST., M.Si mengatakan, dilaksana kannya Grand Launching SMKN 3 Tuban sebagai Sekolah Berbasis Safety adalah upaya sekolah untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di keluarga besar sekolah.
Puncak acara ini menjadi momen bersejarah dalam perjalanan SMKN 3 Tuban yang telah berkontribusi besar dalam mencetak generasi penerus berkualitas.
‘’SMKN 3 Tuban memiliki potensi sangat besar untuk mewujudkan generasi safety,’’ ungkap dia.
Sebelum meluncurkan program sekolah safety, SMKN 3 Tuban lebih dulu membiasakan budaya kehidupan safety di lingkungan belajar.
Setiap hari siswa wajib menggunakan kendaraan bermotor sesuai standar keselamatan lalu lintas.
Bagi siswa yang melanggar seperti tak pakai helm dan kendaraan tak standar akan mendapat pembinaan tentang kesadaran tertib berkendara.
‘’Sekolah Berbasis Safety ini untuk memberi apresiasi bagi siswa yang telah mampu menguasai skill sesuai dengan standar safety yang ditetapkan,’’ lanjut dia.
Tidak sebatas dirilis, program Sekolah Safety juga lebih dulu menggelar banyak workshop atau pelatihan terhadap siswa untuk menerapkan standar keamanan dan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja).
Harapannya, siswa saat lulus dari SMKN 3 Tuban tidak hanya mengantongi hard skill dan soft skill saja, tapi juga punya bekal pengetahuan tentang keselamatan kerja yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan.
‘’Harapannya, saat siswa lulus sudah mengantongi sertifikat K3 yang dikeluarkan oleh perusahaan,’’ harapnya.
Sebelum melaksanakan puncak acara, SMKN 3 Tuban lebih dulu menggelar berbagai rangkaian acara dengan banyak kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat.
Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai sosial, kreativitas, serta keselamatan, yang mencerminkan komitmen SMKN 3 Tuban dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa-siswinya.
Sholahuddin menjelaskan, rangkaian perayaan dimulai pada 18 September dengan bakti sosial bersih-bersih Desa Tobo dan Desa Temandang.
Kegiatan membersihkan desa ini adalah bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar serta kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.
‘’Pada hari yang sama jurusan tata boga mengadakan pelatihan cara membuat kue untuk ibu PKK di ke dua desa tersebut,’’ tuturnya.
Di hari yang sama, dilakukan juga lomba branding kelas yang menjadi ajang kreativitas siswa dalam menciptakan ke las yang unik dan kreatif.
Dilanjutkan 20 September menggelar workshop dan pemilihan Duta Safety Smekgata.
Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah.
‘’Pemilihan Duta Safety Smekgata adalah upaya untuk memilih siswa yang akan menjadi duta keselamatan di sekolah,’’ ungkap dia.
Perayaan Dies Natalis ditutup 21 September dengan lomba cerdas cermat K3, tenis meja, dan film pendek untuk siswa SMP se-Kabupaten Tuban.
Lomba-lomba ini menampilkan bakat dan pengetahuan siswa dalam berbagai bidang.
Untuk menguatkan semangat peserta lomba, SMKN 3 Tuban memberikan hadiah juara yang cukup menggiurkan.
Juara 1 akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 750 ribu, juara 2 sebesar Rp 500 ribu, dan juara 3 sebesar Rp 250 ribu untuk masing-masing lomba.
Dalam puncak peringatan, juga dilakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan BLK, jurusan K3 Vokasi Unair Surabaya dan UTSG.
Sementara itu, Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro–Tuban Adi Prayitno mengatakan, melalui perayaan tersebut, SMKN 3 Tuban terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan pendidikan lebih berkualitas.
Tidak sekadar pengetahuan akademis, namun juga membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, memiliki kemampuan, dan memprioritaskan keselamatan.
Adi berharap, melalui SMKN 3 Tuban terus lahir generasi yang siap bekerja. Tidak hanya menguasai skill sesuai jurusan, tapi juga memenuhi standar perusahaan dalam mengutamakan keselamatan dalam bekerja.
‘’Selamat ulangtahun yang ke-17, SMKN3Tuban! Semoga semakin sukses melahirkan lulusan luar biasa untuk kemajuan bangsa,’’ harapannya. (yud/tok)
Editor : Amin Fauzie