RADARTUBAN - Proyek strategis nasional (PSN) kilang Grass Root Refinery (GRR) dipastikan masih berlanjut.
Meski sempat diterpa isu proyek akan batal menyusul situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina, tak membuat progress proyek kilang di wilayah administratif Kecamatan Jenu itu berhenti.
Corporat Affairs PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) Yuli Wahyu Witantra menegaskan, sampai saat ini PSN kilang GRR Tuban masih terus berproses.
Berlanjutnya PSN tersebut, kata Yuli—sapaan akrabnya—berdasarkan penjelasan corporate secretary PT Kilang Pertamina International Hermansyah Y. Nasroen.
‘’Sampai saat ini proyek kilang Tuban masih dilakukan bersama mitra Rusia, Rosneft,’’ kata dia mengutip penuturan dari Hermansyah.
Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini memastikan bahwa Rosneft masih bekerja sama melalui PT PRPP yang merupakan anak usaha PT Pertamina.
Hingga saat ini, kerja sama keduanya masih melaksanakan proyek pembangunan kilang GRR Tuban.
‘’Disampaikan saat ini proyek Kilang GRR Tuban memasuki tahapan penyiapan dokumen Final Investment Decision (FID),’’ ungkap dia.
Masih kata Yuli, selain itu, secara bersamaan, Pertamina juga masih melakukan proses persiapan untuk pemilihan pelaksana Engineering Procurement Construction (EPC).
Masih berlanjutnya proses kilang GRR Tuban juga diperkuat dari pernyataan Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji yang memastikan kerja sama dengan Rosneft Singapore Pte. Ltd saat ini masih memasuki tahap keputusan final investasi.
‘’Itu saya kutip dari pernyataan yang disiarkan di media,’’ tegas dia.
Jika berjalan, kilang modern di barat kota Tuban itu diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 ribu barel minyak setiap hari.
Dijelaskan Yuli, mayoritas kilang di Indonesia sudah berusia sangat tua. Ditambah kilang tua itu hanya bisa mengolah minyak yang kualitas dari sumber sudah bagus.
‘’Kilang GRR memiliki kapasitas mengolah minyak mentah yang belum berkualitas baik untuk diproduksi menjadi sebuah bahan bakar yang layak konsumsi kendaraan,’’ ungkap dia.
Untuk saat ini, seluruh proses persiapan masih di bawah kendali PT Kilang Pertamina International.
Jika seluruh tahap persiapan dan pembebasan lahan sudah selesai, kata Yuli, maka akan dilanjutkan PT PRPP yang bertugas memantau setiap persiapan.
‘’Sementara ini masih tahap engineering atau proses rancang bangun kilang. Perancangan berada di Madrid, Spanyol,’’ tandasnya. (yud/tok)
Editor : Amin Fauzie