RADARTUBAN – Konsep wisata air di Pantai Boom Tuban dengan menyewakan perahu-perahu nelayan yang sempat digagas oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, masih menggantung. Hingga saat ini belum ada rencana pasti.
Kepala Disbudporapar Tuban M. Emawan Putra membenarkan ihwal wacana wisata air dengan sewa perahu tersebut.
Namun, konsep tersebut masih sulit untuk direalisasikan tahun ini. Alasannya, masih banyak program pemerintah daerah yang harus dituntaskan lebih dulu.
‘’(Rencana wisata air, Red) tetap akan kami laksanakan, tapi untuk akhir tahun ini masih banyak kegiatan,’’ katanya, sehingga sulit direalisasikan tahun ini.
Seperti apa konsep wisata air yang diwacanakan tersebut, Wawan—sapaan akrabnya—menjelasakan, wisata air yang dimaksud, yakni menjelajahi laut di Pantai Boom dengan menggunakan perahu-perahu milik nelayan setempat.
Rencananya, wisata air ini akan dipadu padankan dengan kuliner hasil laut Tuban. Sehingga memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
‘’Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut, dengan nelayan dan para pedagang,’’ tandas pejabat alumnus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur itu.
Di sisi lain, sejumlah nelayan mengaku perahunya sudah sering disewa. Namun tidak untuk kepentingan wisata. Melainkan kegiatan ritual, seperti mengambil air di tengah laut untuk tujuan tertentu, membuang abu jenazah, dan berbagai kegiatan rutual lainnya.
‘’Beberapa kali perahu saya disewa, tapi malah untuk kegiatan ritual, bukan wisata,’’ kata Mubin, 74, salah satu nelayan setempat. (fit/tok)
Editor : Amin Fauzie