TUBAN, RADARTUBAN – Dunia pers tidak membatasi individu dengan latar belakang keilmuan tertentu untuk menjadi jurnalis atau wartawan.
‘’Semua latar belakang ilmu diperlukan. Seseorang dengan latar belakang pelayaran pun bisa menjadi wartawan,’’ ujar Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan ketika memberikan diklat jurnalistik di SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban di Jalan HOS Cokroaminoto, Sabtu (21/10).
Diklat yang diselenggarakan PT XL Axiata Tbk atau XL dengan tema Insan dengan Semua Disiplin Ilmu Bisa Menjadi Wartawan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan serupa. Sebelumnya, diklat digelar di SMAN Singgahan dan SMK Pelayaran Kristen.
Mengapa dunia pers butuh wartawan dengan berbagai latar belakang ilmu? Dwi menerangkan, informasi yang disampaikan media sangat luas dan beragam.
‘’Bergabungnya insan dari berbagai disiplin ilmu akan memberikan warna dan kedalaman dalam penulisan,’’ ujar dia kepada peserta diklat di aula sekolah setempat itu.
Meski tidak membatasi disiplin ilmu tertentu, kata Dwi, perusahaan pers memilik standar dalam merekrut wartawan. Standar yang menjadi syarat tersebut, harus berpendidikan sarjana, memiliki kemampuan menulis, berpengetahuan dan berwawasan luas, serta standar lain.
‘’Perusahaan pers juga mempertimbangan syarat moral. Ini justru penting agar ketika menjalankan tugas jurnalistik, wartawannya tidak menyimpang dari kode etik,’’ tegas wartawan berkompetensi utama itu.
Lima puluh siswa yang mengikuti diklat tersebut sangat antusias. Mereka tidak hanya menyimak materi kewartawanan. Namun, juga menanyakan seputar serba-serbi kehidupan jurnalis. ‘’Apa suka dukanya menjadi wartawan?’’ tanya Bima, salah satu peserta diklat.(ds)