Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pelaku Seni Tuban Berharap Sarana-Prasarana yang Layak

Fitri Nur Asih Wijayanti • Rabu, 25 Oktober 2023 | 18:50 WIB
Siswandi, salah satu seniman saat mencoret-coret kaca pada pertunjukan teater
Siswandi, salah satu seniman saat mencoret-coret kaca pada pertunjukan teater

RADARTUBAN-Hari ini, 25 Oktober 2023, dunia memperingati Hari Seniman Internasional. Di Tuban, International Artist Day ini menjadi momentum untuk memberikan perhatian kepada pelaku seni. Utamanya memberikan sarana-prasarana berkesenian yang layak.

Tiap tahun, antusias pelaku seni di Tuban semakin meningkat. Namun, pegiat seni merasakan bahwa Tuban belum mememiliki fasilitas yang representatif.

Satu-satunya fasilitas yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan para seniman hanya Gedung Budaya Loka. Gedung di Jalan Basuki Rahmad ini seakan menjadi pilihan terakhir para pegiat seni untuk menggelar pertunjukan karena tak memiliki tempat lain.

Gedung itu pun baru bisa dipakai jika tidak bertabrakan dengan jadwal sewa untuk pernikahan atau kegiatan lain. Jika akan digunakan untuk pertunjukan seperti teater misalnya.

Para pegiat seni teater harus berusaha keras untuk mendesain ulang isi gedung agar lebih layak digunakan panggung pertunjukan. Itu karena Budaya Loka bukan gedung yang representatif untuk sebuah pertunjukan seni.

Siswandi, seorang seniman teater Tuban menjelaskan, selama kurang lebih 30 tahun berkutat dibidang seni teater, dia merasakan penikmat dan pegiat teater semakin masif. Hal ini dibuktikan ketika membuat pertunjukan selalu ramai didatangi penonton.

‘’Penikmat teater di Tuban sangat banyak dan di dominasi anak muda,’’ ungkap seniman yang meng idolakan Butet Kartaredjasa itu. Namun yang menjadi perhatiannya, antusias seni yang semakin tinggi di Tuban tidak diimbangi de ngan fasilitas yang repre sentatif.

Gedung Budaya Loka yang selama ini digunakan untuk panggung teater dinilai masih kurang layak karena kondisinya tidak mendukung aksi pertunjukan.

‘’Kami ber harap adanya fasilitas untuk kesenian. Sama halnya dengan fasilitas olahraga yang begitu banyak di Tuban,’’ kata Ketua Yayasan Ruang Seni Pribumi itu.

Sejalan dengan Siswandi, seniman lukis senior Tuban, Syaiful Amin mengatakan, butuh gedung kesenian yang lebih layak untuk para seniman. Selama berkiprah dibidang seni rupa sejak 1990 sampai sekarang, menurutnya seniman masih eksis dan membutuhkan ruang ekspresi.

‘’Di Tuban memang sudah ada Ge dung Budaya Loka, tetapi belum memiliki prasarana (yang layak) untuk digunakan menggelar pemeran lukisan. Kebutuhan prasarananya masih sulit,’’ kata Syaiful—sapaan akrabnya.

Dikonfirmasi terkait aduan dua seniman lintas generasi itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) M. Emawan Putra tak membantah, Dia mengakui, Tuban membutuhkan gedung kesenian yang lebih representatif.

‘’Kalau diizinkan, kami ingin bisa memodifikasi Gedung Budaya Loka agar lebih men jadi mul tifungsi lagi, terutama untuk temanteman seniman,” jelasnya.

Selain itu, ada fasilitas lain yang disiapkan untuk seniman namun dalam proses pembangunan. Fasilitas itu adalah Tuban Abirama.

Di bangunan yang menempati eks Rest Area Tuban itu nantinya dapat digunakan untuk pegiat seni menampilkan karya-karyanya. Tidak hanya seniman, fasilitas tersebut juga dapat digunakan para pelaku ekonomi kreatif lainnya.

‘’Mereka dapat memakai fasilitas tersebut dengan gratis,’’ tuturnya. (fit/yud/tok)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #fasilitas #teater #Tuban Abirama #Hari Seniman Internasional #seni #budaya lokal #kesenian #Sarana #seniman