RADARTUBAN– Setelah proses lelang, angkutan pelajar kembali aktif turun jalan. Meski sudah menambah armada menjadi 43 mobil, program kendaraan gratis bagi pelajar ini ternyata belum mengkaver seluruh kecamatan.
Dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, sebanyak enam yang belum terjamah. Yakni, Kecamatan Soko, Parengan Bangilan, Senori, Kenduruan, dan Singgahan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengatakan, enam kecamatan belum terkaver angkutan pelajar karena terkendala sejumlah hal. Salah satunya, karena minimnya armada di sekitar kecamatan tersebut.
‘’Beberapa kecamatan belum terkaver karena akses terlalu jauh dan rute angkutan di sekitar kecamatan tersebut belum ada,’’ katanya.
Lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi ini mengatakan, dengan anggaran ditambah mulai tahun depan, besar harapan angkutan pelajar dapat mengkaver seluruh kebutuhan kendaraan se-kabupaten.
Termasuk kecamatan yang selama ini minim akses angkutan umum. Sehingga seluruh pelajar mendapat manfaat besar dalam program tersebut.
‘’Tahun depan targetnya harus terkaver semua kecamatan hingga ke pelosok,’’ ujar dia.
Pejabat yang tinggal di Bojonegoro ini meneruskan, ada penambahan armada pada periode ini. Satu kendaraan beroperasi di sekitar Desa Rawasan, Kecamatan Jenu.
Satu kendaraan lainnya untuk memfasilitasi khusus pelajar disabilitas. Kendaraan untuk mempermudah akses pelajar itu sudah mulai beroperasi sejak pekan lalu hingga 22 Desember.
‘’Berdasarkan kalender pendidikan, sekolah aktif hingga 22 Desember dan selanjutnya libur,’ jelas dia. (yud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah