RADARTUBAN – Wisata Rumpun Bambu (WRB) di Dusun Beron Kidul, Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel sempat viral pada awal 2023.
Pengunjung dari dalam dan luar Tuban pun berdatangan. Silih berganti memadati wisata yang viral di media sosial tersebut.
Bagaimana dengan saat ini? Kondisinya sepi. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Rumpun Bambu Irfan Afandi tidak menampik ihwal sepinya wisata yang dikelola tersebut. Karena itu, untuk sementara di-off-kan dulu.
‘’Bulan depan baru akan diadakan diskusi antar anggota Pokdarwis dengan warga setempat sekaligus menyusun rencana meng-upgrade WRB dengan tampilan terbaru,’’ jelasnya.
Meski off, namun pengunjung masih dibolehkan masuk. Hanya saja, tidak ditarif tiket.
‘’Biasanya (yang mengunjungi, Red) hanya warga setempat saja,’’ terang dia.
Pernyataan sama disampaikan Ketua RW 4 Dusun Beron, Ali Sibyan. Ditutupnya sementara WRB karena sepinya pengunjung. Kemarau berkepanjangan disinyalir menjadi pemicu utama.
‘’Untuk perawatan, dari swadaya masyarakat dan Pokdarwis, belum ada koordinasi lagi,’’ ujarnya.
Menurut pria 42 tahun itu, WRB memiliki potensi alam begitu besar jika dikembangkan lagi. Selain dimanjakan panorama persawahan dan pegunungan, ada juga wahana air yang berasal dari sumber mata air Sendang Beron. Sebelumnya, juga ada ikan hias dan ikan untuk dikonsumsi di wahana air wisata tersebut.
‘’Sekarang ikannya lepas semua, kondisi gazebonya dan jembatan bambunya juga perlu perbaikan lagi,’’ jelasnya.
Efek dari sepinya pengunjung membawa dampak kepada warga setempat yang sebelumnya banyak berjualan di wisata tersebut.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, hanya tersisa satu penjual saja yang masih bertahan.
‘’Sekarang yang beli di warung cuma masyarakat sekitar,’’ ujar Susro’i, satu-satunya pedagang yang masih bertahan itu. Dia berharap pengelola segera berbenah, dan bisa kembali menarik wisatawan. Sehingga jualannya kembali laris.
‘’Semoga segera bebenah agar pengunjungnya kembali seperti awal tahun,’’ harapannya. (an/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah