RADARTUBAN – Penangkaran burung hantu guna membasmi hama tikus telah lama diwacanakan. Bahkan, sempat juga diprogramkan.
Namun, selama itu pula tidak berjalan efektif. Kini, melalui acara bersama innovator Tuban Berinovasi (Tubernova), Pemkab Tuban kembali mengajak masyarakat untuk menggalakkan penangkaran burung hantu sebagai inovasi pertanian.
Asisten Administrasi Umum Mahmud mengungkapkan, redupnya program penangkaran burung hantu karena petani menganggap bahwa burung hantu tidak efektif membasmi hama tikus. Lebih tepatnya petani tidak sabar dengan fungsi rantai makanan tersebut.
Mereka lebih memilih metode instan berupa jebakan tikus menggunakan listrik. Padahal, jebakan tikus menggunakan listrik ini sangat berbahaya.
‘’Petani hanya melihat jangka pendeknya. Burung hantu dinilai kurang efektif membunuh tikus. Bahkan, ada juga yang malah diburu dengan cara ditembak,’’ jelasnya.
Bagaimana kerja burung hantu dalam membasmi tikus? Mempelajari dari pengalaman di Demak, lanjut Mahmud, sarang burung hantu di tempatkan di dekat sawah. Selanjutnya burung akan berburu tikus malam hari.
‘’Burung hantu dapat membunuh sampai 12 tikus dalam semalam meskipun yang dimaka
n tiga sampai empat tikus. Tetapi yang paling penting adalah aman dan daya bunuhnya yang dibutuhkan,” paparnya.
Selain metode burung hantu, Mahmud berharap ada inovasi lain dari masyarakat yang mampu membantu para petani dalam membasmi hama.
Solusi pembasmi hama tikus diharapkan dapat diaplikasikan dan dikembangkan oleh masyarakat Tuban. Terlebih lagi bisa untuk dipatenkan. ‘’Inovasi seperti ini sangat berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat, menyikapi permasalahan hama tikus yang tak pernah usai” jelasnya. (fit/yud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah