RADARTUBAN – Lunturnya budaya unggah-ungguh atau sopan santun di Tuban menjadi atensi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
Dalam acara Tuban Sembada (Semarak Penulisan dan Pembacaan Cerita Legenda) di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban hari jumat (3/11),
Mas Lindra, panggilan akrabnya, mengingatkan bahwa adat ketimuran yang mengajarkan sopan-santun harus kembali ditanamkan kepada generasi muda, khususnya di lembaga pendidikan. Dia mengatakan, ajaran sopan-santun bisa ditanamkan melalui bahasa Jawa.
Menurut Mas Lindra, bahasa Jawa memiliki cara tersendiri dalam mendidik generasi yang lebih sopan. Dengan bahasa Jawa, generasi muda dapat belajar membentuk sikap (attitude) yang baik.
‘’Bahasa Jawa mengajarkan bagaimana berbicara dengan teman sejawat, orang tua satu tingkat di atasnya, hingga dua tingkat di atasnya,” jelasnya.
Bupati termuda sepanjang sejarah pemerintahan di Tuban itu juga mengungkapkan alasan bahasa Jawa dapat menjadi sarana pembentukan attitude yang baik karena pelafalannya berjenjang.
Penggunaan bahasa daerah memiliki tingkatan atau fungsi yang berbeda di setiap kondisi, sehingga memunculkan sikap atau kepribadian setiap individu.
‘’Attitude yang baik merupakan salah satu pondasi kuat untuk masa depan generasi muda,’’ tegas lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu. Mas Lindra juga mengatakan, bahasa daerah bisa dijadikan sebagai bahasa pertama di masing-masing wilayah.
Termasuk di dunia pendidikan Tuban yang sudah menerapkan, mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Harapannya, setiap pendidik mampu mendorong anak didiknya untuk belajar sensitivitas daerah.
‘’Contohnya terkait penerapan bahasa hingga memunculkan karakter yang baik kepada setiap individu,” katanya.
Meski demikian, kata Mas Lindra, masyarakat juga tidak boleh menutup diri terhadap bahasa baru. Untuk memanfaatkan peluang keterbukaan Indonesia, maka masyarakat juga harus membuka diri terhadap penggunaan bahasa asing.
‘’Hari ini tidak cukup menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris saja, harus bisa bahasa Jepang, China, Rusia dan lain-lain,” pungkasnya.(fit/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah