RADARTUBAN – Pemkab Tuban melalui Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT), kembali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di bidang pendidikan.
Kali ini, Dinas Pendidikan (Disdik) memecahkan rekor Muri sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Penulisan Cerita Legenda Terbanyak oleh Guru.
Sebanyak 631 guru perwakilan dari 20 kecamatan dilibatkan untuk menulis cerita legenda yang populer dari berbagai masyarakat desa di Tuban dan sekitarnya.
Penulis adalah guru mulai jenjang PAUD hingga SMA yang didominasi oleh pendidik sekolah dasar. Selain itu, MGMP Bahasa Indonesia dan guru dari kabupaten luar Tuban mengirimkan masing-masing satu karya.
Penyerahan penghargaan rekor MURI ini dikemas melalui acara Student Festival Week 2023 yang dibuka sejak Jumat (3/11).
Bertempat di Gelanggang Olahraga Rangga Jaya Anoraga Tuban. Sekaligus, sebanyak 154 guru penggerak di Tuban dikukuhkan dalam acara tersebut. Penerimaan rekor MURI dan pengukuhan guru penggerak dilakukan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E.
Turut hadir Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD, kepala beserta jajaran Balai Bahasa Provinsi Jatim, Duta Baca Nasional Indonesia Gol A Gong, para guru, dan ribuan tamu undangan.
Bupati Tuban yang akrab disapa Mas Lindra ini dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras seluruh guru untuk menyukseskan Tuban Sembada (Semarak Penulisan dan Pembacaan Cerita Legenda).
Hingga Pemkab Tuban dapat memecahkan rekor MURI dalam dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, Pemkab juga mendapatkan rekor MURI untuk pembacaan puisi terbanyak dengan melibatkan 1.484 orang pada 2022.
Bupati muda ini berharap, cerita yang ditulis bisa menjadi bahan bacaan siswa untuk belajar mengenal kearifan lokal. Serta dapat menjadi pemantik kemajuan literasi di Tuban. Apalagi, sebagian karya tersebut ditulis oleh para guru penggerak.
‘’Guru penggerak adalah jawaban dari permasalahan di dunia pendidikan. Apresiasi tinggi kepada para guru semoga ini menjadi fondasi kemajuan literasi di masyarakat, dimulai dari anak-anak yang diceritakan secara terus menerus,” tuturnya.
Mas Lindra menegaskan, pendidikan adalah sektor penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui peran guru penggerak dan sekolah penggerak.
Mas Lindra mengatakan, inovasi dari guru penggerak sangat dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di Tuban. ‘’Pada 2022 guru penggerak dan sekolah penggerak didominasi oleh swasta, namun saat ini guru penggerak justru mayoritas dari sekolah negeri,” tuturnya.
Dikatakan mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini, kebijakan di bidang pendidikan memang dinamis. Sehingga harus disesuaikan dengan keadaan yang ada di wilayah masing-masing. Hal ini menjadi tugas guru penggerak untuk membuat inovasi yang relevan dengan potensi daerah masing-masing.
‘’Saya punya program dunia pendidikan harus dilibatkan untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata, teknologi pertanian, perikanan dan perhotelan,” pungkasnya.
Sementara itu, kepala Disdik Tuban Abdul Rakhmad, S.T., M.T. mengatakan, Student Festival Week 2023 dilaksanakan sebagai ajang projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Acara ini sebagai wadah kreativitas guru maupun siswa.
Didalamnya terdapat pameran karya praktik selama program belajar di sekolah dalam bingkai Kurikulum Merdeka. ‘’Acara ini berlangsung selama lima hari, 3 – 7 November 2023,” ungkapnya.
Dikatakan Rakhmad sapaan akrabnya, rangkaian acara diramaikan dengan berbagai penampilan dari guru dan siswa. Beberapa diantaranya yaitu tari kolosal oleh siswa dan guru penggerak, serta stan pameran unggulan karya dari masing-masing sekolah.
‘’Diharapkan guru penggerak bisa menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi teladan dan agen transformasi yang mampu menggerakkan ekosistem pendidikan,” ujarnya.
Pejabat lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang itu mengatakan, hingga saat ini, Tuban telah memiliki 46 lembaga sekolah yang telah masuk dalam sekolah penggerak. Dengan rincian TK 24 lembaga, SD 16 lembaga, dan SMP 6 lembaga. (fit/yud)