Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Pecahkan Rekor MURI Penulisan Cerita Daerah Terbanyak

Fitri Nur Asih Wijayanti • Senin, 6 November 2023 | 14:00 WIB
PRESTASI: Penyerahan Rekor MURI sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Penulisan Cerita Legenda Terbanyak oleh Guru kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E.
PRESTASI: Penyerahan Rekor MURI sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Penulisan Cerita Legenda Terbanyak oleh Guru kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E.

RADARTUBAN – Pemkab Tuban melalui Dinas Pendidikan ber­kolaborasi dengan Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT), kem­bali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di bidang pendidikan.


Kali ini, Dinas Pendidikan (Dis­dik) me­mecahkan rekor Muri se­bagai Pemrakarsa dan Penye­lenggara Penulisan Cerita Le­gen­da Ter­banyak oleh Guru.

Se­banyak 631 guru perwakilan dari 20 kecamatan dilibatkan untuk menulis cerita legenda yang populer dari berbagai ma­syarakat desa di Tuban dan sekitarnya.


Penulis adalah guru mulai jenjang PAUD hingga SMA yang didominasi oleh pendidik seko­lah dasar. Selain itu, MGMP Bahasa Indonesia dan guru da­ri kabupaten luar Tu­ban me­ngirimkan masing-masing satu karya.


Penyerahan penghargaan rekor MURI ini dikemas melalui acara Student Festival Week 2023 yang dibuka sejak Jumat (3/11).

Ber­tempat di Gelanggang Olahraga Rangga Jaya Anoraga Tuban. Sekaligus, sebanyak 154 guru penggerak di Tuban dikukuhkan dalam acara tersebut. Penerimaan rekor MURI dan pengukuhan guru penggerak dilakukan lang­sung oleh Bupati Tuban Aditya Ha­lindra Faridzky, S.E.


Turut hadir Forkopimda (Fo­rum Koordinasi Pimpinan Dae­rah), Sekretaris Daerah Kabu­paten Tuban, jajaran ke­pala organisasi perangkat dae­rah, pimpinan BUMN/BU­MD, ke­pala beserta jajaran Balai Bahasa Provinsi Jatim, Duta Baca Na­sional In­donesia Gol A Gong, pa­ra guru, dan ribuan tamu undangan.


Bupati Tuban yang akrab disapa Mas Lindra ini dalam sambu­tannya mengapresiasi kerja keras se­luruh guru untuk menyuk­ses­­kan Tuban Sembada (Semarak Penulisan dan Pembacaan Cerita Legenda).

Hingga Pemkab Tuban dapat memecahkan rekor MURI dalam dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, Pemkab juga men­dapatkan rekor MURI untuk pem­bacaan puisi terbanyak de­ngan melibatkan 1.484 orang pada 2022.


Bupati muda ini berharap, cerita yang ditulis bisa menjadi bahan bacaan siswa untuk belajar me­ngenal kearifan lokal. Serta dapat menjadi pemantik ke­majuan literasi di Tuban. Apalagi, sebagian karya tersebut ditulis oleh para guru penggerak.


‘’Guru penggerak adalah jawa­ban dari permasa­la­han di dunia pen­didikan. Apre­siasi tinggi kepada para guru se­moga ini menjadi fondasi ke­ma­juan literasi di masyarakat, di­mu­lai dari anak-anak yang di­ce­ritakan secara terus menerus,” tuturnya.


Mas Lindra menegaskan, pen­­didikan adalah sektor pen­ting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui peran guru penggerak dan sekolah penggerak.

Mas Lindra menga­takan, inovasi dari guru peng­gerak sangat dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di Tuban. ‘’Pada 2022 guru peng­gerak dan sekolah peng­gerak dido­minasi oleh swas­ta, namun saat ini guru peng­gerak justru ma­yoritas dari sekolah negeri,” tuturnya.


Dikatakan mantan anggota DP­RD Provinsi Jatim ini, kebijakan di bidang pendidikan memang dinamis. Sehingga harus di­sesuaikan dengan keadaan yang ada di wilayah masing-masing. Hal ini menjadi tugas guru penggerak untuk membuat inovasi yang relevan dengan po­tensi daerah masing-masing.

‘’Saya punya program dunia pendidikan harus dilibatkan untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata, teknologi pertanian, perikanan dan perhotelan,” pungkasnya.


Sementara itu, kepala Disdik Tuban Abdul Rakhmad, S.T., M.T. mengata­kan, Student Festival Week 2023 dilaksa­nakan sebagai ajang projek penguatan profil pelajar pan­casila (P5). Acara ini sebagai wadah krea­tivitas guru maupun siswa.

Didalamnya terdapat pameran karya praktik selama program belajar di sekolah dalam bing­kai Kurikulum Mer­deka. ‘’Acara ini ber­langsung selama lima hari, 3 – 7 November 2023,” ungkapnya.


Dikatakan Rakhmad sapaan akrabnya, rangkaian acara dira­maikan dengan ber­bagai pen­am­pilan dari guru dan siswa. Be­berapa diantaranya yaitu tari kolosal oleh siswa dan guru peng­gerak, serta stan pameran ung­gulan karya dari masing-masing sekolah.

‘’Diharapkan guru penggerak bisa men­­jadi pemim­pin pembelajaran, men­jadi te­ladan dan agen transformasi yang mampu meng­gerakkan ekosistem pendidikan,” ujarnya.


Pejabat lulusan Uni­versitas Brawijaya (UB) Malang itu me­­ngatakan, hingga saat ini, Tuban te­lah me­miliki 46 lem­baga sekolah yang telah masuk dalam seko­lah peng­­ge­rak. De­ngan rin­cian TK 24 lem­baga, SD 16 lem­­­­­­­­baga, dan S­MP 6 lem­­baga. (fit/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Gelanggang Olahraga Rangga Jaya Anoraga #Tuban #mgmp #Tuban sembada #Pemkab Tuban #paud #sumber daya manusia #Student Festival Week 2023 #bupati #pendidikan #disdik #muri #Balai Bahasa Provinsi Jatim #Menulis Cerita #siswa #guru #IGPT Tuban #Pemrakarsa #rekor #kecamatan #forkopimda