Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah Aksi Pertama Tak Ditemui Satu pun Anggota DPRD, Suporter Ancam Gelar Aksi Lebih Besar

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 7 November 2023 | 14:00 WIB
MEMINTA KEJELASAN: Supoter Persatu saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD kemarin (6/11).
MEMINTA KEJELASAN: Supoter Persatu saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD kemarin (6/11).

RADARTUBAN – Nelangsa betul nasib suporter Persatu Tu­ban. Setelah aspirasinya tidak digubris oleh mana­jemen dan pemegang saham Persatu, kemarin (6/11) saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Tuban, juga tidak digubris oleh anggota dewan. Kondisi tersebut membuat amarah suporter kian mendidih.


Ketika perwakilan suporter masuk ke gedung legislatif tersebut, tak ada satu pun anggota DPRD di tempat. Informasi yang didapat, para anggota dewan sedang kunjungan kerja ke Jogja­karta. Mereka hanya ditemui Humas DPRD Tuban Ponco Su­marsono. Para suporter hanya dijanjikan bisa ber­temu Ketua DPRD Miyadi dan anggota DPRD yang lain, Rabu (8/11) besok.


Lebih kurang tiga ratus suporter mengikuti aksi turun jalan me­nuntut ke­jelasan tim Persatu tersebut. Mereka bergerak dari titik Stadion Lokajaya sekitar pukul 14.30. Selain berorasi di sepanjang jalan, mereka juga membentangkan span­duk ber­tuliskan: Wahai Pemegang Saham. Belajar Buta dan Tuli Dimana.


Koordinator aksi, Akbar Bustomi mengatakan, aksi ini dilakukan karena merasa geram dengan statemen CEO Persatu Nasruddin Ali bahwa pihaknya sedang cuti mengurus sepak bola. Padahal, selama ini peme­gang saham ditunggu sikap­nya untuk me­mastikan kejelasan Persatu setelah didaftarkan ke Liga 3 Regio­nal Jatim.

‘’Kami sudah muak, ma­kanya kami ingin ngobrol dan meminta kejelasan, sebenarnya pihak pemegang saham ini ma­salahnya apa?’’ ujarnya.


Disampaikan Akbar, yang di­harapkan suporter hanya ingin keterbukaan mana­jemen dan pemegang sa­ham.

‘’Apa yang bisa dibantu su­porter, kami siap mem­bantu. Apa masalahnya, ka­mi, su­porter harus tahu,’’ ka­tanya geram. Namun, tegas Akbar, niat baik su­porter tidak pernah digubris. ‘’Malah nomor kami diblokir,’’ tambahnya.


Akbar dan suporter lain berjanji akan menggelar aksi lebih besar lagi men­yusul kegegalan aksi yang pertama ini. ‘’Kalau nanti, kami tidak ditemui lagi, maka kami akan menge­rahkan aksi massa yang lebih besar lagi,’’ ancamnya.


Lebih lanjut dia me­nyam­paikan, tuntutan suporter masih sama, yakni mem­per­tanyakan kejelasan dan kese­riusan pe­megang saham dalam mengelola persatu. (fud/tok)

 

Editor : Muhammad Azlan Syah
#DPRD #aksi #Tuban #persatu #lokajaya #supoerter #saham #spanduk #akbar #Nasruddin Ali #aspirasi #humas #kunjungan kerja #cuti #Ketua #massa #liga 3